Cari

Internasional

MBS Dikabarkan Berlindung di Istana Berbunker Usai Serangan Houthi ke Riyadh

Arsip foto - Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman. /ANTARA/Anadolu/py.
Arsip foto – Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman. /ANTARA/Anadolu/py.

Xtrafmsingkil.com — Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) dikabarkan menggunakan istana yang dilengkapi bunker untuk berlindung di tengah serangan kelompok Houthi dari Yaman ke Riyadh.

Informasi tersebut dilaporkan surat kabar The Wall Street Journal (WSJ) dengan mengutip sejumlah sumber.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Senin (12/10), WSJ menyebut MBS terakhir kali terlihat di depan publik pada 6 Oktober 2026.

Saat itu, ia mendonorkan darah sebagai bagian dari dukungan terhadap program donor darah.

Laporan tersebut juga menyebut pemerintah Arab Saudi menghadapi tantangan dalam melindungi wilayah negara yang luas dari serangan udara.

Kondisi itu mendorong otoritas setempat memindahkan sejumlah baterai pertahanan udara untuk memperkuat perlindungan istana dan infrastruktur energi.

Arab Saudi juga dilaporkan meminta bantuan Pakistan, yang merupakan sekutu militernya, serta mencari sistem pertahanan udara dari sejumlah negara.

Di tengah meningkatnya serangan, Riyadh disebut semakin mempertimbangkan penyelesaian konflik dengan kelompok Houthi melalui jalur diplomatik.

Kelompok Houthi dilaporkan kembali menyerang fasilitas minyak Arab Saudi sejak bentrokan militer dengan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh kembali terjadi pada pertengahan Juli 2026. Bentrokan itu berlangsung setelah jeda selama empat tahun.

Dalam beberapa hari terakhir, Bandara Internasional Riyadh juga dilaporkan berulang kali menjadi sasaran serangan.

Berdasarkan data Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi yang dikutip dalam laporan tersebut, serangan pada 10 Oktober menewaskan 12 orang dan melukai 309 orang.

Sementara itu, serangan pada 11 Oktober dilaporkan menewaskan satu orang dan menyebabkan 11 orang lainnya terluka.

Dua terminal penumpang turut terdampak serangan tersebut hingga memicu kebakaran.

Meningkatnya serangan terhadap fasilitas strategis dan infrastruktur sipil menambah tekanan terhadap pemerintah Arab Saudi dalam menjaga keamanan wilayahnya.

Di sisi lain, upaya diplomatik dengan kelompok Houthi menjadi salah satu opsi yang dilaporkan tengah dipertimbangkan Riyadh.

Informasi mengenai penggunaan istana berbunker oleh Mohammed bin Salman tersebut merujuk pada laporan The Wall Street Journal yang mengutip sejumlah sumber.

Belum ada konfirmasi independen yang disertakan dalam laporan sumber mengenai detail lokasi perlindungan sang putra mahkota.

Sumber: Antara

Share

Komentar

Belum ada komentar.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Live Musik Malam Dafi Orlando