ACEH SINGKIL – Anggota DPRK Aceh Singkil Fairuz Akhyar bersama relawan Radio Xtra FM menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir di Kecamatan Kuala Baru, Senin (1/12/2025).
Wilayah tersebut masih terisolasi akibat akses jalan terputus dan jaringan komunikasi mati total.
Untuk mencapai lokasi, rombongan harus menempuh perjalanan malam hari menyusuri sungai yang dikenal sebagai habitat buaya. Namun kondisi itu tidak menghalangi mereka menyalurkan bantuan.
Fairuz mengatakan bantuan berasal dari Radio Xtra FM, para donatur, dan alumni Indonesia Mengajar yang pernah bertugas di Kuala Baru.
“Ini bantuan dari teman-teman Radio Xtra dan donatur yang peduli. Ada juga donasi dari alumni Indonesia Mengajar yang dulu bertugas di Kuala Baru,” kata Fairuz kepada wartawan.
Bantuan yang dibawa berupa beras, telur, dan minyak goreng. Menurut Fairuz, warga Kuala Baru mulai kesulitan memperoleh bahan pangan sejak banjir melanda.
“Kami ingin menjangkau Kuala Baru karena masyarakat di sana memang terdampak dan bahan pangan mulai susah didapat. Bantuan ini mohon diterima, semoga bermanfaat,” ujarnya.
Sekcam Kuala Baru, Mukhlizar Lubis, mengonfirmasi wilayahnya benar-benar terisolasi.
“Wilayah kami terdampak banjir. Akses transportasi terputus, ke Trumon nggak bisa, ke Singkil pun nggak bisa. BBM kosong,” kata Mukhlizar.
Ia menyebut harga kebutuhan pokok naik. Beras SPHP yang biasanya Rp 65 ribu kini menjadi Rp 75-80 ribu. “Beras paling dibutuhkan. Saya cek ke warung-warung, beras kosong semua,” jelasnya.
Mukhlizar menambahkan jaringan telekomunikasi di Kuala Baru mati total sejak Selasa, sehingga koordinasi bantuan sulit dilakukan.
“Tidak ada posko, tidak ada dapur umum. Kami juga bingung mau hubungi siapa karena jaringan mati,” ujarnya.
Tiga desa terdampak di Kecamatan Kuala Baru adalah Kayu Menang, Kuala Baru Laut, dan Suka Jaya.
Mukhlizar memastikan bantuan dari relawan akan langsung disalurkan kepada warga yang membutuhkan.