You are currently viewing MTQ Ke-37 Aceh Singkil Resmi Dibuka, Bupati: Manifestasi Kecintaan Pada Al-Quran
Penyerahan piala bergilir dari juara MTQ bertahan Kecamatan Gunung Meriah kepada Bupati Safriadi Oyon untuk selanjutnya diserahkan kepada tuan rumah Kecamatan Singkil Utara

MTQ Ke-37 Aceh Singkil Resmi Dibuka, Bupati: Manifestasi Kecintaan Pada Al-Quran

ACEH SINGKIL — Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-37 tingkat Kabupaten Aceh Singkil resmi dibuka oleh Bupati Safriadi Oyon di Lapangan Sepak Bola Gosong Telaga, Kecamatan Singkil Utara, Sabtu (2/8/2025) malam.

Pembukaan berlangsung semarak dan disambut antusias ribuan masyarakat yang memadati arena. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Hamzah Sulaiman, jajaran Forkopimda, para tokoh agama, dan tamu undangan lainnya.

Sebanyak 12 kafilah dari 11 kecamatan serta satu kafilah dari PT Nafasindo akan bertanding dalam berbagai cabang musabaqah yang digelar selama beberapa hari ke depan.

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif menyukseskan penyelenggaraan MTQ ke-37 ini. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai ajang untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

“MTQ bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan manifestasi kecintaan kita terhadap Al-Quran sebagai pedoman hidup umat Islam,” ujar Safriadi.

Menurutnya, Al-Quran memiliki peran sentral dalam membentuk peradaban sosial dan intelektual yang berlandaskan nilai-nilai ilahiah. Ia mengutip surat Al-Isra ayat 9 sebagai pengingat bahwa Al-Quran adalah petunjuk jalan yang lurus dan sumber kebahagiaan bagi orang-orang beriman.

Mengusung tema “Menyatukan Langkah Membangun Aceh Singkil dengan Nilai Al-Quran”, MTQ kali ini dinilai sangat relevan dengan visi daerah, yaitu mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia, unggul dalam ilmu, dan kuat dalam iman.

Safriadi juga mengajak masyarakat untuk menjadikan MTQ sebagai bagian dari transformasi sosial. Ia berharap masyarakat tidak hanya membaca, tetapi juga memahami, mengamalkan, dan menyebarkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari—baik di lingkungan keluarga, pendidikan, hingga pemerintahan.

“Al-Quran harus hadir dalam perilaku aparatur, kebijakan pembangunan, dan semangat pelayanan publik,” tegasnya.

Pemkab Aceh Singkil, lanjut Safriadi, akan terus mendukung program pendidikan Al-Quran, rumah tahfiz, beasiswa bagi penghafal Al-Quran, hingga pembinaan generasi Qurani dari desa ke kabupaten.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menjanjikan hadiah umrah bagi qari atau qariah Aceh Singkil yang berhasil meraih juara pertama pada MTQ tingkat Provinsi Aceh.

“Bagi peserta, berlombalah dengan sungguh-sungguh, penuh keikhlasan dan niat yang tulus. Semoga Aceh Singkil melahirkan qari dan qariah terbaik yang membanggakan,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Safriadi mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan MTQ ke-37 ini sebagai momentum kebangkitan spiritual, sosial, dan budaya dalam membangun Aceh Singkil yang Islami, mandiri, dan sejahtera, dengan Al-Quran sebagai pedoman utama.

Share

Tinggalkan Balasan