ACEH SINGKIL – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Aceh Singkil terus mengalami peningkatan hingga Juli 2025. Dinas Kesehatan setempat mencatat sebanyak 69 kasus telah terjadi sejak awal tahun.
“Kami mencatat hingga Juli 2025 terdapat 69 kasus DBD,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Muhamad Raja Maringin di Singkil, Senin (28/7).
Ia menyebutkan, kasus DBD tersebar di sejumlah kecamatan, mulai dari Pulau Banyak Barat, Pulau Banyak, Kuala Baru, Suro, Singkohor, Singkil, Singkil Utara, Gunung Meriah, hingga Simpang Kanan.
“Sebaran tertinggi berada di Kecamatan Simpang Kanan, khususnya di beberapa desa. Namun seluruh pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit kini telah dinyatakan sembuh,” ujar Raja Maringin.
Jumlah kasus tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Pada 2024 tercatat 61 kasus DBD. Tahun ini, hingga Juli saja sudah ada 69 kasus, artinya ada peningkatan delapan kasus,” ungkapnya.
Guna menekan angka kasus, Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari penyelidikan epidemiologi (PE) di rumah pasien dan lingkungan sekitarnya, hingga pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan fogging.
“Begitu mendapat laporan kasus dari puskesmas, kami langsung menindaklanjuti dengan PE dan meminta hasil laboratorium pasien yang dirawat di rumah sakit,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan fogging dilakukan setelah tahapan PE dan PSN selesai. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan perangkat desa dan masyarakat dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk.
“Kalau masyarakat tidak melakukan PSN, maka penyemprotan fogging akan ditunda. PSN harus jadi langkah awal,” tegasnya.
Kendati jumlah kasus tergolong tinggi, hingga saat ini belum ada laporan korban meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.