You are currently viewing Dinas Perpustakaan Aceh Singkil Gelar Makeup Class, Hadirkan MUA Profesional Indahquen

Dinas Perpustakaan Aceh Singkil Gelar Makeup Class, Hadirkan MUA Profesional Indahquen

ACEH SINGKIL – Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Singkil terus berinovasi dalam mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat.

Melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, instansi ini menggelar Makeup Class pada Senin (14/7/2025), menghadirkan makeup artist (MUA) profesional, Indahquen, sebagai narasumber.

Bertempat di Aula Dinas Perpustakaan dan Arsip, kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari kalangan muda, terutama kaum perempuan, yang antusias untuk mendalami keterampilan tata rias.

Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk komitmen perpustakaan dalam memperluas fungsi layanan, tak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.

Plh. Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Aceh Singkil, Ali Hasmi dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata transformasi peran perpustakaan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa perpustakaan bisa menjadi tempat yang hidup, tempat berbagi ilmu dan mengasah kemampuan. Pelatihan makeup ini bukan hanya soal kecantikan, tetapi juga membuka peluang wirausaha dan menambah wawasan generasi muda, khususnya wanita di Aceh Singkil,” ujar Ali Hasmi.

Selama sesi pelatihan, Indahquen membagikan berbagai teknik dasar makeup, tips memilih produk sesuai jenis kulit, hingga sesi praktik langsung bersama peserta. Suasana berlangsung interaktif, diwarnai antusiasme peserta dalam mengikuti materi dan sesi tanya jawab.

Tatik, salah satu peserta, mengaku sangat senang bisa ikut dalam kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat bermanfaat dan perlu terus dilanjutkan.

“Saya dan teman-teman sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Banyak ilmu baru yang kami dapatkan. Kami berharap ke depannya pelatihan seperti ini bisa terus diagendakan secara berkelanjutan,” katanya.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya literasi berbasis keterampilan hidup (life skills) yang diusung perpustakaan. Dengan pendekatan inklusi sosial, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing di tengah tantangan zaman.

Share

Tinggalkan Balasan