ACEH SINGKIL – Kebakaran lahan gambut seluas 3 hektar terjadi di Kabupaten Aceh Singkil pada Senin, 2 Juni 2025 sekitar pukul 10.30 WIB.
Lahan itu berada sekitar 100 meter dari Kantor PDAM Tirta Singkil.
Hingga saat ini petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil masih berupaya memadamkan api.
Salah seorang warga yang berada di lokasi mengatakan warga mula-mula mengumpulkan sisa babatan rumput dan membakarnya di satu tumpukan.
“Warga diduga membakar tumpukan sisa babatan rumput kering dan meninggalkan lokasi, namun lahan yang dibakar meluas dan merembet tak terkendali sehingga mengundang kepanikan,” ujar Ari, warga sekitar.
Sementara keterangan dari petugas BPBD Aceh Singkil, Fajri Munawarah menyebut kebakaran diduga akibat puntung rokok usai pekerja membersihkan lahan. Ditambah cuaca panas menyebabkan kebakaran semakin meluas.
Minimnya sumber air akibat parit yang mengering menyebabkan petugas mengalami kesulitan memadamkan api.
Sementara Kepala Laksana BPBD Aceh Singkil, Al Husni mengimbau kepada para petani untuk tidak membuka lahan lewat cara di bakar.
Imbauan ini disampaikan mengingat wilayah Aceh Singkil sudah memasuki musim kemarau yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
“Imbauan kepada masyarakat khususnya petani untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” kata Al Husni saat dihubungi di Banda Aceh.
Lahkah itu dilakukan demi meminimalisir terjadinya Karhutla di Aceh Singkil.
Lakukan pembersihan lahan secara aman, jika perlu membersihkan lahan, lakukan dengan alat yang sesuai dan jangan meninggalkan api terbuka.
“Mohon agar membersihkan lahan tanpa membakar, cari metode lain apakah itu dibabat atau diracun,”
Selain itu pihaknya mengimbau agar masyarakat membuang sampah dengan bijak. “Jangan membuang puntung rokok atau benda lain yang mudah terbakar di area lahan,” pungkasnya.