ACEH SINGKIL – Warga di Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil akhir-akhir ini mengeluhkan dengan banyaknya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di jalanan.
Bahkan mirisnya ODGJ ini kerap mengganggu perempuan, tidak memakai baju, menampakkan kemaluan dan bahkan membawa senjata tajam.
“Akhir-akhir ini ODGJ banyak berkeliaran mulai meresakan warga. Karena mereka sudah mulai mengganggu perempuan,” ujar Ndari salah seorang warga Gunung Meriah, Rabu, 28 Mei 2025.
Menurutnya, para ODGJ ini beberapa diantaranya merupakan warga setempat.
“Mereka ini kadang berkeliaran tanpa memakai baju, membuat anak-anak merasa takut. Nah, inikan sangat meresahkan warga,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikannya, kondisi ini tentunya sanggat mengkhawtirkan sebab, jika terus didiamkan tentunya dapat merugikan warga.
Kondisi ini harus menjadi perhatian pemerintah khususnya pihak terkait, apakah itu Dinas Sosial (Dinsos) atau Dinas Kesehatan.
“Ya seharusnya kondisi ini mendapatkan perhatian khusus dari dinas terkait, apakah itu dibawa ke rumah sakit jiwa, diobati sehingga tidak meresakan warga,” harapnya.
Sementara itu, Dinas Sosial Aceh Singkil mengakui jika terjadi peningkatan jumlah ODGJ diwilayahnya.
“Di Kecamatan Gunung Meriah terutama di jalan jalur dua terlihat ada peningkatan ODGJ, jumlahnya lebih kurang puluhan, dari yang gangguan jiwa rendah hingga yang mengganggu lingkungan,” kata Suyatno, Plt Kepala Dinas Sosial Aceh Singkil saat ditemui.
Penyebab meningkatnya ODGJ diduga akibat faktor ekonomi atau psikologis. “Kalau jumlah pastinya berapa, kita belum tahu persis,” jelasnya.
Penanganan ODGJ di Dinas Sosial kata dia, hanya sebatas pendampingan.
Penanganan pasien ODGJ selama ini dirujuk ke tempat rahabilitasi Kementerian Sosial (Kemensos), Sentra Bahagia di Medan.
“Itu pun pasien ODGJ ringan, namun jika pasien ODGJ berat, mereka (Sentra Bahagia) belum bisa terima, harus ditangani dulu di rumah sakit jiwa. Itu pun kuota pasiennya terbatas,” imbuhnya.
Untuk itu Ia turut meminta kerjasama dari keluarga pasien atau pihak desa agar turut membantu penanganan ODGJ berat.
“Apakah itu melapor ke Dinas Kesehatan, rumah sakit atau puskesmas supaya tidak sampai menimbulkan bahaya bagi warga,” pungkasnya.
Sentra Bahagia Medan membawahi penanganan ODGJ dari Kabupaten Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Selatan dan Aceh Tenggara.