Aceh Singkil, Xtrafmsingkil.com – Seratusan warga antusias membeli kebutuhan pokok atau sembako murah dalam pasar murah yang digelar di Halaman Kantor BUMDes Pulo Sarok Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil, Kamis 2 Maret 2023.
Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Aceh Singkil Ali Hasmi Pohan mengatakan pasar murah bekerjasama dengan Disperindag Aceh guna menekan laju inflasi.
Pasar murah digelar di tiga kecamatan, yakni hari ini di Desa Pulo Sarok Kecamatan Singkil, besok di Desa Gosong Telaga Timur Kecamatan Singkil Utara dan lusa, di Desa Lipat Kajang Atas Kecamatan Simpang Kanan.
Ali Hasmi mengatakan pasar murah merupakan upaya pemerintah dalam menekan inflasi harga pasaran yang biasnya melonjak naik jelang bulan puasa, dengan memberikan subsidi Rp5.000 hingga Rp10.000 per komoditas.
Dalam pasar murah tersebut, pemerintah menyediakan 11.260 kilogram beras, 2.500 kilogram gula pasir, 3.000 liter minyak goreng, 760 kilogram tepung terigu dan 1.080 papan telur ayam.
“Disediakan beras ukuran 10 kilogram dengan harga Rp80.000 per sak, seliter minyak goreng senilai Rp15.000, dua kilogram gula pasir seharga Rp22.000, satu pcs tepung terigu harga Rp10.000 dan satu papan telur ayam dengan harga Rp35.000,” katanya.
Ali Hasmi mengatakan pasar murah digelar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan jumlah pembelian dibatasi menggunakan kupon.
“Masing – masing satu sak beras, empat kilogram gula pasir, empat kilogram tepung terigu, empat liter minyak goreng dan dua papan telur ayam,”
Pihaknya berharap kepada warga agar membeli barang sesuai kebutuhan, tidak melakukan penimbunan karena pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok selalu ada.
“Bagi warga pembeli yang merasa mampu agar tidak ikut nimbrung membeli di pasar murah, karena harga jual di pasar murah disubsidi oleh pemerintah bagi masyarakat yang dianggap daya belinya tidak mampu,” pungkasnya.
Pasar murah disambut antusias oleh seratusan warga untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang murah.
Yuyun, salah seorang perangkat desa setempat, mengatakan, antusias warganya cukup banyak yang berbelanja di pasar murah terutama kaum ibu-ibu.
“Banyak ibu-ibu rumah tangga maupun pedagang kue berbelanja di pasar murah ini, mengingat harganya lebih murah dari harga pasaran, selisihnya sampai Rp5.000 an,” katanya.
Tak hanya itu, Ia melihat tidak hanya warga Pulo Sarok saja yang berbelanja, melainkan warga desa lain yang mengetahui informasi pasar murah, turut berbelanja dilokasi.
“Untuk teknis pembelian menggunakan kupon agar warga teratur dan pembelian juga dibatasi supaya lebih merata,” ungkapnya.
Naila, warga, mengatakan sangat merasa terbantu dengan adanya pasar murah karena harga jualnya lebih murah.
Menurutnya ini juga menjadi kesempatan bagi pedagang kecil untuk mengambil untung seperti untuk menumpang atau menitip berjualan kue maupun warung kopi.
“Selain itu juga untuk menekan lonjakan harga dari pedagang besar ataupun grosir yang berada disekitar,” ungkapnya.