ACEH SINGKIL – Pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Singkil. Antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat yang bergantung pada Pertalite untuk bekerja. Sejumlah pengendara mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar.
“Saya sudah setengah hari mengantre demi mendapatkan minyak. Kalau dihitung sudah lebih dari empat jam,” kata Wardin, penarik becak di Kecamatan Singkil, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Wardin, waktu yang seharusnya digunakan mencari penumpang habis di antrean SPBU. Padahal, becak menjadi sumber utama penghasilan keluarganya.
Di sejumlah SPBU, antrean tidak hanya dipenuhi kendaraan bermotor. Puluhan jeriken berkapasitas sekitar 30 liter milik pedagang eceran juga terlihat berjajar menunggu giliran pengisian.
Dampak kelangkaan Pertalite turut dirasakan nelayan kecil. Mereka mengaku kesulitan memperoleh bahan bakar meski telah mengantongi surat rekomendasi dari Dinas Perikanan.
“Sebagian nelayan terpaksa berhenti melaut. Akibatnya hasil tangkapan berkurang dan harga ikan ikut naik,” ujar seorang nelayan.
Pengawas SPBU Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Amsari, mengatakan antrean panjang terjadi sejak tiga hari terakhir setelah pasokan Pertalite dari Depot Pertamina Medan berkurang.
Menurut dia, kuota harian yang biasanya mencapai sekitar 16 ribu liter kini hanya sekitar 8 ribu liter atau turun sekitar 50 persen.
“Biasanya kami menerima sekitar 16 ton atau 16 ribu liter per hari. Sekarang hanya setengahnya sekitar 8 ton,” kata Amsari.
Selain pengurangan kuota, distribusi BBM juga kerap mengalami keterlambatan akibat kemacetan yang dilalui truk tangki, termasuk di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.
Amsari mengatakan pihak SPBU tidak mengetahui secara pasti penyebab pengurangan kuota tersebut karena seluruh informasi berasal dari pihak depot.
Meski demikian, ia memperkirakan pasokan Pertalite akan kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan sehingga antrean di SPBU dapat berangsur terurai.