You are currently viewing Jembatan Bailey di Aceh Singkil Rampung

Jembatan Bailey di Aceh Singkil Rampung

ACEH SINGKIL — Jembatan Bailey penghubung jalan Rimo–Singkil resmi dioperasikan pada Kamis, 29 Januari 2026.

Unsur Forkopimda hadir dalam peresmian mulai dari Wakil Bupati Aceh Singkil, Hamzah Sulaiman Ketua DPRK, Kapolres, Dandim, Kejaksaan dan sejumlah kepala dinas.

Jembatan darurat yang dibangun di Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, itu menjadi akses vital bagi pemulihan ekonomi warga pascabanjir.

Sebelumnya, putusnya jembatan akibat banjir menyebabkan terganggunya distribusi barang, hasil pertanian, serta mobilitas pedagang dan pekerja antarwilayah.

Aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Singkil dan sekitarnya sempat melambat karena harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan biaya lebih besar.

Kapolres Aceh Singkil AKBP Joko Triyono yang menghadiri peresmian jembatan mengatakan keberadaan Jembatan Bailey diharapkan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat.

“Akses transportasi yang kembali normal akan memperlancar distribusi barang dan aktivitas usaha warga,” ujar Joko Triyono.

Ia menyebut percepatan pembangunan jembatan merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait sebagai respons cepat terhadap dampak ekonomi akibat bencana banjir.

Menurut dia, keterlambatan pemulihan infrastruktur berpotensi memperpanjang kerugian ekonomi masyarakat.

Polres Aceh Singkil, kata Joko, juga menyiapkan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar jembatan agar arus kendaraan, termasuk kendaraan pengangkut logistik dan hasil produksi warga, dapat berjalan lancar dan aman.

Jembatan Bailey ini menjadi solusi sementara sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.

Pemerintah daerah berharap infrastruktur darurat tersebut dapat menekan kerugian ekonomi warga serta mempercepat pemulihan aktivitas perdagangan dan jasa di Aceh Singkil pascabencana.

Share

Tinggalkan Balasan