ACEH SINGKIL – Di bawah sengatan matahari siang yang terasa membakar kulit, prajurit Satgas TMMD ke-125 Kodim 0109/Aceh Singkil tetap teguh bekerja.
Senin (18/8/2025), mereka bahu-membahu mengecor lantai jembatan di Desa Suro Makmur. Keringat yang jatuh bercucuran menjadi saksi pengabdian untuk rakyat.
Seragam loreng yang basah oleh peluh tak menyurutkan langkah. Dengan tangan penuh tenaga, mereka mengaduk, mengangkat, dan meratakan adonan cor.
“Panas dan lelah bukan alasan untuk berhenti. Kami di sini untuk rakyat, dan jembatan ini harus segera berdiri kokoh. Bahkan jika harus lembur sampai malam,” ucap Serda Malik, salah satu anggota Satgas, dengan senyum yang tetap terjaga di wajah lelahnya.
Pengerjaan jembatan ini tak hanya menjadi tugas prajurit. Warga sekitar ikut turun tangan, menyalurkan tenaga dalam semangat gotong royong.
Suara adukan semen yang berpadu dengan tawa kecil warga menciptakan harmoni. Inilah wajah kebersamaan antara TNI dan rakyat, yang menegaskan pembangunan bukan hanya urusan negara, melainkan juga milik bersama.
Jembatan yang sedang dikerjakan itu menjadi penantian panjang masyarakat. Kelak, ia akan membuka akses antar-desa, mempermudah jalur pendidikan, mempercepat layanan kesehatan, serta melancarkan roda ekonomi warga.
“Kalau jembatan ini jadi, kami tak perlu lagi memutar jauh. Hasil kebun bisa lebih cepat dibawa ke pasar,” kata Junaidi, seorang warga yang ikut membantu mencangkul pasir.
Bagi prajurit Satgas, pembangunan ini bukan sekadar tugas rutin. Keringat dan tenaga yang mereka curahkan adalah wujud pengabdian. Di tengah terik, mereka menunjukkan keteguhan: bahwa kerja untuk rakyat tak mengenal pamrih.
Jembatan yang perlahan berdiri kokoh itu pun menjadi simbol. Ia bukan hanya sarana penghubung, melainkan jalan baru menuju harapan. Dari peluh yang jatuh ke tanah, lahir pengabdian tulus demi negeri.