ACEH SINGKIL – Program pasar murah beras premium bersubsidi yang digelar Pemerintah Aceh di Kabupaten Aceh Singkil, Rabu (30/7), menuai keluhan warga.
Sejumlah masyarakat mengaku tidak kebagian jatah beras meskipun telah datang langsung ke lokasi penyaluran.
Distribusi beras ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan inflasi dan menjaga ketersediaan pangan di tengah tingginya harga beras di sejumlah daerah.
Untuk wilayah Aceh Singkil, pasar murah dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Singkil dan Gunung Meriah.
“Untuk wilayah Aceh Singkil disalurkan di dua kecamatan, masing-masing sebanyak 980 sak atau setara 4.900 kilogram beras premium,” kata Joni Azhari, petugas dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Provinsi Aceh, di sela penyaluran beras di Pekan Lama, Desa Pasar, Kecamatan Singkil.
Secara keseluruhan, total beras yang didistribusikan di Aceh Singkil berjumlah 1.960 sak atau sekitar 9.800 kilogram. Setiap sak berisi lima kilogram dan dijual dengan harga subsidi Rp6.000 per kilogram.
Joni menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengendalian inflasi yang digelar serentak di 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) murni tahun 2025.
Namun, pelaksanaan program ini tidak berjalan mulus. Banyak warga menyayangkan sistem distribusi yang dinilai tidak tertib. Beberapa di antaranya harus pulang dengan tangan kosong karena stok telah habis sebelum mereka mendapat giliran.
“Seharusnya ada sistem kupon sejak awal. Tadi ada yang dapat dua sak karena datang duluan, sementara kami yang sedikit terlambat tidak kebagian,” ujar Iswan, salah seorang warga yang kecewa dengan mekanisme penyaluran.
Ia menilai kurangnya manajemen distribusi menjadi pemicu kekisruhan. Tanpa sistem antrean atau kupon, kata dia, penyaluran beras rawan menimbulkan ketidakadilan dan kericuhan di lapangan.
Selain itu, proses pendistribusian juga sempat mengalami keterlambatan. Penyaluran beras baru dimulai sekitar pukul 12.00 WIB, menyebabkan antrean warga menumpuk sejak pagi.