You are currently viewing Peringati HPSN, Pemkab Aceh Singkil Komit Revitalisasi TPA

Peringati HPSN, Pemkab Aceh Singkil Komit Revitalisasi TPA

  • Post author:
  • Post category:Daerah
  • Post comments:0 Comments

ACEH SINGKIL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil menggelar peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ketapang Indah, Jumat, 21 Februari 2025.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Singkil, Edy Widodo menyebut peringatan HPSN tahun ini terasa istimewa lantaran pertama kalinya dilaksanakan di TPA.

“Langkah ini menunjukkan komitmen nyata untuk fokus dan konsen dalam merevitalisasi TPA,” ujarnya.

Menurutnya TPA saat ini bukan sekedar tempat pembuangan sampah, tetapi harus menjadi pusat pengelolaan limbah yang modern, ramah lingkungan dan memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Peringatan HPSN menjadi titik awal membangun kesadaran bahwa sampah tidak hanya masalah, tapi bisa menjadi sumber daya jika dikelola dengan baik.

Oleh karenanya melalui kolaborasi antara Pemda, dunia usaha, komunitas dan elemen masyarakat.

“Kita bisa menciptakan solusi konkret dalam mengatasi permasalahan sampah di daerah kita,” imbuhnya.

Dalam upaya merevitalisasi TPA, Ia berkomitmen untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Kemudian mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya serta mendorong peran serta komunitas dan dunia usaha dalam mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Mari kita dorong seluruh masyarakat untuk menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” terangnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Singkil, Surkani mengatakan jika TPA ini dibangun tahun 2007, sudah berusia 18 tahun.

Konsep yang digunakan di TPA ini yakni Sanitary Landfill yakni sampah yang diangkut truk dari sumber lalu ditimbun di kolam dengan tanah.

Dikatakannya dari 324 kabupaten/kota di Indonesia, Aceh Singkil telah mendapat warning dari kementerian perihal pengelolaan sampah di TPA. Untuk itu pada tahun ini harus ada akselerasi penataan TPA.

“Beruntung produksi sampah kita dikatakan rendah, dibawah 50 ton perhari. Sementara daerah lain banyak yang over kapasitas mencapai 500 ton per hari,” ujarnya.

Namun demikian pihaknya berharap kedepan masyarakat lebih peduli dengan sampah sehingga daerah ini bisa bebas sampah.

“Mudah-mudahan 116 desa memiliki bank sampah masing-masing sehingga tidak semua sampah dibuang di TPA tapi tinggal residunya lagi,” harapnya.

Share

Tinggalkan Balasan