ACEH SINGKIL — Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kabupaten Aceh Singkil mendesak Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, segera mengevaluasi dinas terkait atas dugaan kelalaian dalam penyaluran bantuan daging meugang dari Presiden Prabowo Subianto yang dilaporkan berbau busuk dan tidak layak konsumsi.
Ketua EK LMND Aceh Singkil, Surya Padli, mengatakan bantuan daging meugang seharusnya menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat dalam menyambut tradisi meugang di Kabupaten Aceh Singkil.
Namun, berdasarkan temuan di lapangan, kualitas daging yang diterima warga diduga sudah tidak segar sehingga menimbulkan kekecewaan dan keresahan.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Bantuan yang seharusnya membawa kebahagiaan justru menimbulkan kekecewaan. Kami meminta Bupati Aceh Singkil segera mengevaluasi dinas terkait, khususnya yang bertanggung jawab atas distribusi dan pengawasan kualitas bantuan,” ujar Surya dalam keterangannya, Jumat, 20 Februari 2026.
Menurut Surya, apabila benar ditemukan daging dalam kondisi berbau busuk, hal tersebut mengindikasikan adanya kelalaian dalam proses penyimpanan, distribusi, maupun pengawasan.
LMND pun menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah.
Pertama, evaluasi menyeluruh terhadap dinas yang menangani distribusi bantuan. Kedua, transparansi kepada publik terkait proses pengadaan dan penyaluran daging meugang.
Ketiga, pemberian sanksi tegas kepada pihak yang terbukti lalai. Keempat, pemeriksaan kesehatan terhadap daging yang telah terlanjur dibagikan kepada masyarakat.
Selain itu, LMND meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil segera memberikan klarifikasi resmi guna menghindari simpang siur informasi di tengah masyarakat.
“Kami tidak ingin masyarakat menjadi korban kelalaian. Tradisi meugang adalah bagian penting dari budaya Aceh, sehingga kualitas bantuan harus benar-benar dijaga,” kata dia.
LMND menyatakan akan terus mengawal persoalan ini sampai ada kejelasan dan langkah konkret dari pemerintah daerah.