You are currently viewing Sepanjang 2024, Pengidap HIV di Aceh Singkil Bertambah
Ilustrasi HIV/AIDS

Sepanjang 2024, Pengidap HIV di Aceh Singkil Bertambah

ACEH SINGKIL – Jumlah penderita HIV/AIDS terus bertambah di Kabupaten Aceh Singkil.

Sepanjang 2024 ditemukan tujuh penderita baru. Sehingga total penderita HIV/AIDS ada 16 penderita.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Muhammad Raja Maringin mengatakan 16 kasus tersebut merupakan akumulasi sejak 2023.

Dimana dari jumlah itu, dua diantaranya meninggal pada dunia pada 2023 akibat infeksi penyakit penyerta Tuberkulosis (TB) .

Sementara sebelas penderita menjalani pengobatan di beberapa puskesmas, seperti Puskesmas Kuta Tinggi, Simpang Kanan, Gunung Meriah, Singkil dan di RSUD Aceh Singkil.

“Pengobatan mereka tidak ditanggung BPJS Kesehatan namun program khusus pelayanan penyakit menular tersebut,” imbuhnya.

Kemudian, tiga penderita lainnya hilang kontak lantaran diduga pindah domisili seperti Medan, Sibolga, Jawa, dan Kalimantan.

Menurutnya, jika pasien rutin mengonsumsi obat, mereka tetap bisa menjalani kehidupan dengan sehat.

“Dari hasil deteksi, kami dapat melihat mana pasien yang rutin mengonsumsi obat dan mana yang tidak,” ujarnya.

Untuk menekan angka penyebaran HIV/AIDS, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, seperti menyediakan pelayanan di empat puskesmas dengan status PDP serta sosialisasi kepada masyarakat.

Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah stigma negatif yang masih melekat di masyarakat, sehingga banyak pasien khawatir dicap dihakimi dan

“Penyebaran HIV di Aceh Singkil umumnya melalui hubungan seksual, baik heteroseksual maupun homoseksual,” jelasnya.

Raja juga menambahkan bahwa orang yang terinfeksi HIV seringkali tidak langsung menunjukkan gejala. “Namun, ketika sudah berkembang menjadi AIDS, gejalanya mulai terlihat,” katanya.

“HIV juga menyebabkan daya tahan tubuh melemah, sehingga infeksi lain dapat memperburuk kondisi pasien,” ungkapnya.

Penderita HIV/AIDS yang terinfeksi sebagian besar berusia produktif, yakni antara 20 hingga 40 tahun.

Share

Tinggalkan Balasan