You are currently viewing Nelayan Aceh Singkil Diterkam Buaya

Nelayan Aceh Singkil Diterkam Buaya

ACEH SINGKIL – Nasib naas dialami seorang nelayan bernama Arisman Gulo (25) di Kabupaten Aceh Singkil.

Pasalnya, ia nyaris tewas diterkam buaya saat sedang mencari ikan dan teripang di Perairan Lahengkem, sekitar 300 meter dari Desa Asantola, Pulau Banyak Barat pada Rabu, 17 Juli 2024 dinihari.

“Kejadian itu terjadi Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB,” kata Iptu Erianto Tanjung, Kapolsek Pulau Banyak.

Menurut warga di lokasi kejadian biasanya cukup kondusif untuk aktifitas nelayan. Korban tiba-tiba diserang oleh buaya yang muncul dari bawah permukaan air. Gigitan buaya air asin tersebut menyebabkan luka serius pada sekujur tubuhnya.

Beberapa nelayan lainnya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian segera memberikan pertolongan saat mendengar teriakan korban.

Mereka berhasil menyelamatkan korban dan membawanya ke Puskesmas Pulau Banyak Barat sekitar pukul 04.00 WIB untuk mendapatkan perawatan intensif.

Pihak berwenang setempat telah diberitahu tentang kejadian ini dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan keselamatan warga.

Kepala Desa Asantola, Mufliadi, yang dihubungi secara terpisah, menceritakan bahwa Arisman melaut bersama empat rekannya yang juga nelayan.

“Mereka semua turun berenang dan menyelam mencari ikan dan teripang,” ujarnya. “Saat teman-temannya sudah ke permukaan air, korban masih menyelam, di situlah dia diterkam buaya.”

Rekan-rekannya dari atas perahu mencoba menyelamatkannya dengan alat seadanya, termasuk menombak kepala buaya ganas tersebut. Beruntung, gigitan buaya tersebut terlepas dari tubuh korban.

Korban segera dibawa ke darat dan dilarikan ke Puskesmas Pulau Banyak Barat untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Saat ini, korban masih dirawat di Puskesmas dengan kondisi luka di bagian kepala serta bekas gigitan dan cakaran di kaki,” kata Mufliadi.

Warga diimbau untuk lebih berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di perairan sekitar Lahengkem guna menghindari insiden serupa.

Share

Tinggalkan Balasan