ACEH SINGKIL – Pemerintah bersama TNI Angkatan Darat berencana membentuk Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kabupaten Aceh Singkil.
Program ini disosialisasikan oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0109/Aceh Singkil melalui kegiatan yang digelar di Aula Makodim, Senin, 13 Oktober 2025.
Sosialisasi dihadiri oleh Kapoksahli Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Bambang Sulistyo Hery, Wakil Bupati Aceh Singkil Hamzah Sulaiman, Dandim 0109/Aceh Singkil Letkol Kav M. Aminuddin, Ketua DPRK Aceh Singkil H Amaliun, serta unsur Forkopimda, kepala SKPK, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi kepemudaan.
Dandim Letkol Kav M. Aminuddin mengatakan, pembentukan Yon Teritorial Pembangunan merupakan upaya memperkuat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan.
“Melalui Yon TP, TNI akan berperan aktif membantu pemerintah dalam mengatasi kesulitan masyarakat dan mempercepat pembangunan di wilayah terpencil,” ujar Aminuddin.
Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan satuan tersebut.
Wakil Bupati Aceh Singkil, Hamzah Sulaiman, menyebutkan bahwa Pemkab telah menyiapkan lahan untuk pembangunan Yon TP seluas 100 hektar.
“Sebanyak 50 hektar lahan sudah siap, dan 50 hektar lainnya sedang dalam proses penyiapan,” kata Hamzah usai bertemu dengan Kapoksahli Kodam Iskandar Muda Brigjen TNI Bambang Sulistyo di Makodim Aceh Singkil.
Hamzah menilai keberadaan Yon Teritorial Pembangunan akan memperkuat basis pembangunan daerah, khususnya di kawasan pedesaan.
“Program ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami mendukung penuh kerja sama ini,” ujarnya.
Sementara itu, Brigjen TNI Bambang Sulistyo Hery, selaku pemateri utama, menjelaskan bahwa Yon Teritorial Pembangunan merupakan bagian dari strategi TNI AD untuk memperkuat ketahanan wilayah berbasis pembangunan.
“Yon TP bukan sekadar satuan pertahanan. Ia hadir sebagai penggerak pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, agar TNI benar-benar menjadi bagian dari solusi di lapangan,” ujar Bambang.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung sekitar dua jam itu diakhiri dengan sesi diskusi interaktif.
Sejumlah peserta dari unsur pemerintahan, masyarakat, dan mahasiswa tampak antusias menanyakan mekanisme pembentukan serta peran Yon TP di tingkat daerah.