Pemekaran Simeulue Hampir Final

SINABANG - Rencana pemekaran Kabupaten Simeulue menjadi dua kabupaten, sudah masuk ke tahap final. “Panitia pemekaran saat ini sedang bekerja keras menyiapkan secepatnya berkas usulan yang akan kita bawa ke Gubernur Aceh,” ujar Bupati Simeulue, Drs Riswan NS, menjawab Serambi, Selasa (6/1).

 

Bupati menambahkan, semua persoalan teknis, politik, dan sosial mengenai pemekaran itu sudah rampung. Dalam rapat besar warga Simeulue belum lama ini, semua pihak sudah setuju dan menyambut gembira gagasan tersebut. “Oleh karena itu, kita telah memprosesnya sesuai prosedur yang ada. DPRK dan Pemkab Simeulue pun sudah setuju. Tak ada masalah lagi. Hanya tinggal persoalan penyelesaian administratif yang juga hampir final,” ujarnya.

Kelayakan teknis

Ketua Panitia Pemekaran, Hasdian Yasin menjelaskan kepada Serambi Senin (5/1) bahwa berdasarkan rekomendasi Tim Kajian Ilmiah PT Tambora Setia Jaya pimpinan Saur Panjaitan, Pulau Simeulue layak dimekarkan menjadi dua kabupaten.

Kabupaten baru itu nanti, kata Hasdian, diberi nama Kabupaten Kepulauan Selaut Besar, terdiri atas lima kecamatan. Masing-masing Kecamatan Simeulue Tengah, Kecamatan Simeulue Cut, Kecamatan Salang, Kecamatan Alafan, dan Kecamatan Simeulue Barat.

Sedangkan satu kabupaten lagi, tetap bernama Kabupaten Simeulue, didukung lima kecamatan. Masing-masing Kecamatan Simeulue Timur, Kecamatan Teupah Barat, Kecamatan Teupah Selatan, Kecamatan Teupah Tengah, dan Kecamatan Teluk Dalam.

Untuk kedua kabupaten itu, lanjut Hasdian, tersedia lahan yang cukup untuk kebutuhan pembangunan prasarana dan sarana. Sementara, jalan arteri yang menghubungkan lingkar Pulau Simeulue hampir rampung semua.

Simeulue merupakan gugusan kepulauan yang terdiri atas 41 pulau besar dan kecil. Kepulauan ini terletak di Samudera Indonesia, 105 mil laut (194, 46 km) dari Meulaboh, daratan Aceh. Jika diukur dari Tapaktuan, jarak Simeulue 85 mil laut (157, 42 km). Luas pulau ini sekitar 99.502 hektare. Jumlah penduduknya, berdasarkan hasil Sensus 2013, berkisar 91.000 jiwa.

Ketika berbicara dengan Serambi pekan lalu, Bupati Simeulue Riswan NS menyebut, aspirasi pemekaran geografi pemerintahan itu sudah terwacanakan sejak tahun 2010. Tujuan pemekaran semata-mata untuk mempercepat laju pembangunan kawasan Simeulue yang telah berpuluh tahun bagai terisolir dan tertinggal.

Lebih jauh, tambah bupati, peningkatan pembangunan di Simeulue sangat penting artinya bagi ketahanan sosial ekonomi dan pertahanan keamanan. Pulau yang terletak di Lautan Hindia itu, berpotensi rawan jika pemerintah pusat mengabaikannya. “Karena itu, saya optimis pemerintah atasan akan memberi respons positif,” ujar Bupati Riswan. (sm/sjk)

Twitter

Facebook

Video