Singkil - Pentingnya peran pemuda dalam menciptakan kewaspadaan nasional terhadap bahaya radikalisme adalah dengan penguatan wawasan kebangsaan.
 
Hal ini sepakat disampaikan oleh narasumber talkshaw Jayalah Indonesiaku; Zakirun Pohan S.Ag MM perwakilan akademisi dan Drs. Syamla M.Ag perwakilan komunitas pemuda bela negara (KPBN) di Radio Xtra FM, Kamis (13/2) sore.
 
Berbagai cara dilakukan oleh pemuda dalam upaya penguatan wawasan kebangsaan (Wasbang) guna menumbuhkan rasa nasionalisme salah satunya dengan menganggarkan pembekalan melalui dana desa.
 
"Ada anggaran untuk pemuda dari dana desa, itu dapat dimanfaatkan untuk pembekalan penguatan Wasbang tidak hanya sebatas untuk kegiatan olah raga saja," kata Zakirun yang merupakan dosen di kampus Staisar Aceh Singkil.
 
Keikutsertaan pemuda dalam organisasi juga merupakan sesuatu yang semestinya dilakukan oleh pemuda. Seperti kalau di kampus ada BEM, di desa ada Karang Taruna, AMPI, KNPI dan lainnya.
 
Dalam bela negara, diharapkan pemuda lebih peka terhadap ancaman bangsa berupa paham radikalisme yang bisa saja hadir sewaktu-waktu di lingkungan meski Aceh Singkil merupakan daerah terluar, namun tetap waspada.
 
"Bela negara ini diharapkan ada dalam diri pemuda saat ini agar tertanam jiwa nasionalisme dalam kewaspadaan," kata Syamla.
 
Menumbuhkan jiwa nasionalisme pada pemuda merupakan keharusan dalam menciptakan kewaspadaan terhadap ancaman bangsa saat ini. (Hab)