Singkil - Kasus siswa putus sekolah di Kabupaten Aceh Singkil masih cukup tinggi. Dari data yang dikeluarkan Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) Kementerian Pendidikan, sedikitnya terdapat 66 siswa putus sekolah dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Berdasarkan data PDSPK, untuk usia SD mencapai 24 siswa, sementara untuk usia SMP mencapai 15 siswa. Sementara, untuk anak usia SMA mencapai 12 siswa dan untuk anak usia SMK mencapai 15 siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil Yusfit Helmy dihadapan guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah menyampaikan pencapaian pendidikan di Aceh Singkil selama 2019.

"Berdasarkan data PDSPK, masih banyaknya siswa yang mengalami putus sekolah selama 2019 tercatat untuk usia SD mencapai 24 siswa, untuk usia SMP mencapai 15 siswa. Sementara, untuk usia SMA mencapai 12 siswa dan untuk usia SMK mencapai 15 siswa," kata Yusfit di Gedung Seni Budaya Pulo Sarok, pada Rabu 22 Januari 2020 lalu.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil, Murmo DM menampik data yang dikeluarkan PDSPK, di Aceh Singkil saat ini tidak ada anak yang putus sekolah.

Dari data tersebut tidak diperoleh informasi alasan yang jelas siswa putus sekolah. Namun, Murmo mencoba mendeskripsikan data tersebut dengan melihat kondisi diwilayahnya.

Ia mencontohkan karyawan di perusahaan perkebunan Aceh Singkil sebagian besar pendatang, kemudian dipindahtugaskan kembali ke asal atau cabang perusahaan diluar daerah, namun tidak mengurus administrasi perpindahan anaknya ke Dinas sehingga terjadi pindah sekolah tanpa keterangan.

Artinya kata Murmo terdapat siswa yang pindah sekolah ke luar Aceh Singkil tanpa melapor ke pihak Dinas sehingga dalam sistem tercatat sebagai siswa putus sekolah.

"Namun jika siswa tersebut mengurus administrasi pindah sekolah, akan tercatat dalam data pokok pendidik (Dapodik) yang datanya dapat diakses online secara nasional, meski pindah sekolah akan tetap terdata," kata Murmo saat dikonfirmasi Berita Xtra di Singkil, Kamis (23/1/2020).

Murmo berujar sejauh ini di Aceh Singkil belum ada siswa putus sekolah karena persoalan finansial ataupun letak geografis sekolah yang jauh dari rumah. Hanya di Aceh, sekolah sampai tingkat SMA digratiskan. Kemudian beasiswa juga ada, mulai dari beasiswa yatim, piatu, siswa berprestasi, tas, baju dan perlengkapan lainnya juga bisa ditanggung sekolah, bahkan disediakan armada bus sekolah untuk antar jemput siswa.

Ia menghimbau agar kedepan siswa yang pindah keluar daerah tidak serta merta pergi begitu saja tanpa mengurus surat pindah. Hendaknya terlebih dahulu mengurus administrasinya mulai dari rekomendasi kemana sekolah tujuan, serta rekomendasi dari Dinas Pendidikan setempat.

Selain siswa putus sekolah, terdapat siswa yang mengulang jumlahnya mencapai 396 siswa SD, 47 siswa SMP, 31 siswa SMA dan 4 siswa SMK. Total saat ini di Kabupaten Aceh Singkil terdapat siswa SD yang jumlahnya mencapai 16860 siswa, SMP 6014 siswa, SMA 3683 siswa dan SMK 1087 siswa. (Hab)