Singkil - Memasuki awal tahun 2020, masyarakat Aceh Singkil sudah dua kali merasakan getaran gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Simeulu dan sebelah Tenggara Aceh Singkil pada kedalaman 40 kilometer.
 
Meski gempa bumi tidak menyebabkan kerusakan, namun Pemkab Aceh Singkil tetap melakukan kewaspadaan dengan berbagai antisipasi.
 
Pada tahun ini Pemkab Aceh Singkil akan membangun kembali jalur evakuasi jalan mitigasi bencana sepanjang lima kilometer dari Desa Ketapang Indah Kecamatan Singkil Utara menuju Desa Sebatang di Kecamatan Gunung Meriah.
 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil Mohd. Ichsan. S. STP, M. Si, mengatakan akan membangun jalur evakuasi mitigasi bencana dari jalan dekat GOR Kasim Tagok Desa Ketapang Indah Kecamatan Singkil Utara hingga tembus ke Desa Sebatang di Kecamatan Gunung Meriah.
 
"Apabila terjadi tsunami, Jalan Mitigasi itu merupakan jalan pintas untuk evakuasi warga Kecamatan Singkil Utara yang berdekatan dengan bibir pantai," kata Ichsan pada Rabu (15/1/2020).
 
Menurut Ichsan jarak dari Ketapang Indah - Sebatang diperkirakan sejauh 5 Kilometer membutuhkan waktu sekitar 15 menit, sedangkan jarak jalan Mitigasi Kecamatan Singkil menuju Sebatang, Kecamatan Gunung Meriah sepanjang 15 Kilometer membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit. 
 
"Jalur mitigasi dari Kecamatan Singkil menuju Sebatang sekitar 3,5 Kilometer masih belum sempurna,"
 
"Sementara kalau menggunakan jalur umum dari mulai Kecamatan Singkil menuju Kampung baru, Kecamatan Singkil utara, tentu menyusuri pinggir pantai sekitar 2 Kilo meter, apabila terjadi tsunami malah akan lebih dulu terkena dampaknya," ungkap Ichsan. (Hab)