Singkil - Sebanyak 23 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Aceh Singkil. Kunker dilakukan untuk belajar menggali pendapatan asli daerah (PAD) dan belajar menyusun pokok pikiran (Pokir) terhadap dewan Aceh Singkil.

Wakil Ketua DPRK Aceh Tenggara, Jamudin mengatakan masyarakat Aceh Tenggara dengan jumlah penduduk sebanyak 220.000 jiwa, 83 % masyarakat menggantungkan hidup melalui sektor pertanian. Sementara Aceh Singkil dinilainya penyumbang PAD terbesarnya dari perkebunan kelapa sawit.

"Selama perjalanan terlihat di kiri - kanan jalan perkebunan kelapa sawit, mudah - mudahan ini bisa dibawa ke Aceh Tenggara,"

Menurut Ketua DPRK Aceh Singkil, Hasanuddin Aritonang, tidak hanya sektor perkebunan kelapa sawit saja penyumbang PAD terbesar, namun masih ada potensi laut, sektor pariwisata Kepulauan Banyak, kawasan konservasi Rawa Singkil Lae Trub, Wisata Air Terjun Lae Munthu, dan Pantai Cemara Indah dengan eko wisata hutan mangrove. Kemudian Wisata Kuliner Lobster serta Wisata Religius Makam Syekh Abdurrauf.

"Atas nama masyarakat Aceh Singkil, kepada anggota DPRK Aceh Tenggara selamat menikmati keindahan Aceh Singkil,"

Salah seorang anggota dewan Aceh Tenggara dari partai Hanura, Kasri meminta dukungan dewan Singkil terkait dibukanya jalan tembus dari Gelombang (Subulussalam) - Muara Situlen (Aceh Tenggara) agar memudahkan akses masyarakat menikmati potensi wisata di Aceh Singkil.

"Selama ini menuju Aceh Singkil melintasi Provinsi Sumatera Utara butuh waktu hingga 6 jam, namun apabila dibuat jalan tembus hanya butuh waktu 4 jam untuk masyarakat Aceh Tenggara menikmati keindahan Pulau Banyak dan wisata religiusnya,"

Selain itu, Kasri juga meminta agar dewan Singkil mendukung mewujudkan pemekaran Provinsi baru Aceh Lauser Antara (ALA). "Ini supaya menambah daerah pemilihan di DPR RI, sehingga anggaran pusat dapat mengalir lebih banyak sehingga pembangunan akan lebih maju dengan adanya keterwakilan di DPR Pusat," tambah Sanusi, anggota dewan Aceh Tenggara lainnya.

Wakil Ketua DPRK Aceh Singkil, Amaliun mengatakan, sangat mendukung terkait dibukanya jalan tembus Gelombang - Muara Situlen. "Namun belum dapat memastikan dalam bentuk apa dukungannya,"

Sementara terkait isu pemekaran Provinsi ALA, menurutnya masyarakat Aceh Singkil kurang begitu tertarik dengan isu tersebut mengingat terdapat faktor keistimewaan Provinsi Aceh, dimana Aceh Singkil sebelumnya merupakan bagian dari Aceh Selatan kemudian dimekarkan lagi menjadi Subulussalam. (Hab)