Singkil - Gerhana matahari cincin yang terjadi pada 26 Desember 2019 disambut dengan antusias oleh masyarakat di Kabupaten Aceh Singkil.

Sejumlah orang menggelar salat kusuf atau salat gerhana matahari di masjid - masjid.

"Sampai pagi ini informasi yang kami dapat masjid yang melaksanakan salat kusuf diantaranya Masjid Nurul Makmur, Baitussalihin, Taqwa Pasar dan Baiturrahim," kata Kakemenag Aceh Singkil Salihin Mizal, Kamis (26/12/2019).

Menurut Salihin, untuk pemantauan gerhana di Kabupaten Aceh Singkil tidak di lakukan karena terkendala alat teropong.

Dari data yang dihimpun, kontak pertama gerhana terlihat sekitar pukul 10.08 wib. Masyarakat benar - benar merasakan terjadinya gerhana mulai pukul 11.55 hingga 11.58 wib. Seketika langit menjadi gelap. Cuaca yang tadinya terik, lambat laun terasa sejuk. Kontak akhir gerhana pada pukul 13.56 wib.

Pantauan Berita Xtra, masyarakat berusaha menyaksikan gerhana matahari dengan menggunakan alat seadanya seperti kacamata hitam, kertas karbon, helm hingga menggunakan air.

Terlihat sebagian ada yang mengabadikan momen langka tersebut menggunakan kamera handphone.

"Atap yang bocor jadi terlihat akibat pantulan cahaya," kata Marno, salah seorang warga Aceh Singkil.

Marno juga menunjukkan hasil jepretan gerhana matahari menggunakan kamera handphone miliknya. "Cahayanya seperti bunga matahari, kemudian nampak bulan sabit disebelah matahari, ini fenomena langka yang jarang terjadi," pungkas Marno. (Hab)