Singkil – Proyek pembangunan jembatan kilangan terus dikebut. Sesuai kontrak, proyek senilai Rp 42,9 miliar itu selesai pada Desember 2019.
 
General Superintendent PT Cipta Yunanda, Agus Haiyar mengklaim, pekerjaan proyek pembangunan jembatan kilangan sudah mencapai 85 persen. 
 
"Ini belum termasuk pangerjaan rangka baja 2 unit, begitu close rangka baja progres naik menjadi 92 persen," kata Agus, selaku penanggungjawab kontraktor pelaksana saat ditemui di lokasi kerja, Jum'at (29/11/2019).
 
Menurut dia, saat ini tinggal penambahan pemasangan bentang 3 dan bentang 7. Kemudian pekerjaan pengecoran lantai, pembersihannya satu bentang sudah selesai. untuk bentang 2 besinya sudah ada, dan sedang dikerjakan.
 
Sementara pengerjaan bentang dilakukan secara simultan. Sedang pengerjaan 1 bentang memakan waktu hingga 10 - 11 hari.
 
Pekerjaan selanjutnya tinggal pengerjaan beton. "Selesai beton, artinya project sudah selesai, sesuai anggaran lantai yang dibeton hanya 2 bentang,"
 
Saat ini pekerjaan terus dikebut diantaranya dengan manambah alat long amp. Pekerja bekerja lembur hingga jam 12 malam. 
 
Agus menyampaikan, sejak proyek ini dikerjakan, dalam pengerjaan tidak ada kendala yang berarti berarti.
 
Kemarin yang sedikit terhambat pada pemasangan bentang 1 dan bentang 2. Program awal menggunakan counterweight atau lingset karena dinding penahan oprit tidak kuat, terpaksa menghilangkan waktu selama 2 minggu untuk mendatangkan batang kelapa sebagai prancah. 
 
Tetapi, masalah itu sekarang bisa diatasi. "Yang seharusnya sudah bisa memasang bentang, digunakan untuk mencari batang kelapa," jelasnya.
 
Dia menyatakan, dengan sisa waktu yang ada, ditargetkan selesai pada 26 Desember 2019.
 
Syaiful M Amin, selaku konsultan tim pengawas menambahkan sisa pekerjaan tinggal pengecoran abuntmen, pengecoran lantai jembatan dua bentang.
 
"Sementara pemasangan rangka baja menyisakan 4 bentang dari total 7 bentang," kata Syaiful.
 
Anggota DPRK Aceh Singkil Yulihardin yang kebetulan sedang memantau pekerjaan jembatan mengatakan, sejauh ini pihaknya terus mengawal pekerjaan pembangunan jembatan kilangan.
 
"Apalagi Pemprov Aceh menargetkan tahun 2022 jembatan kilangan sudah fungsional," katanya.
 
Pihak Pemkab menurutnya tetap menyurati Pemprov agar setiap tahunnya dianggarkan. "Pada tahun 2020 Pemerintah kembali menganggarkan senilai Rp 15 miliar untuk pekerjaan lantai jembatan,"
 
Diperkirakan pada tahun 2021 sudah penyelesaian pekerjaan ambuntmen atau tanjakan jembatan pada dua sisi dan dilanjutkan dengan peningkatan jalan dari Singkil - Kayu Menang.
 
"Jembatan ini merupakan dambaan bagi masyarakat Singkil - Kuala Baru yang nantinya akan dilewati setiap hari. Antusias masyarakat cukup tinggi, mereka menggantungkan harapan bagaimana jembatan ini selesai," tandasnya.  (Hab)