Singkil - Peranan perempuan dalam pembangunan diperlukan hampir disetiap lini bidang kehidupan. Mulai di bidang pokitik, berwirausaha, menjadi PNS, bekerja di Perusahaan dan masih banyak yang lainnya.  
 
"Perempuan itu jangan alergi dengan politik,"
 
Hal ini diungkapkan Hj. Asmawati anggota DPRK Aceh Singkil dari Partai Demokrat sebagai narasumber dalam Talkshaw Interaktif Jayalah Indonesiaku memperingati Hari Kesaktian Pancasila bertemakan "Peranan Perempuan dalam Pembangunan Aceh Singkil" di Radio Xtra FM, Selasa (8/10/2019) sore.
 
Keterwakilan perempuan dalam parlemen sangat penting dalam pengambilan sebuah keputusan dengan asumsi banyak kepentingan perempuan yang terkadang diabaikan. "Disini letak kebutuhan keterwakilan perempuan di parlemen,"
 
Perempuan dihadapan publik kecenderungan memiliki image kasur, dapur dan sumur. Namun hal tersebut perlu diubah, karena perempuan dapat berkarir diberbagai bidang.
 
Narasumber lainnya dari Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Aceh Singkil Frida Siska Sihombing mengajak perempuan Aceh Singkil untuk menjadi seorang pengusaha.
 
"Iwapi terbuka bagi ibu rumah tangga yang memiliki usahanya untuk bergabung dan bisa sharing tentang usahanya, kendalanya, inovasi-inovasi, dll, " kata Siska yang pernah menjadi anggota DPRK Aceh Singkil selama 3 periode.
 
Sementara dari perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Akper Yappkes Aceh Singkil, mahasiswa sebagai agen perubahan khususnya perempuan mampu menjadi pioner generasi muda yang kritis demi pembangunan Aceh Singkil.
 
Aceh Singkil memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Kalau dimanfaatkan dengan maksimal, dapat memberikan dampak ekonomi yang meningkat sehingga akselerasi proses percepatan pembangunannya dapat dirasakan masyarakat. 
 
"Walaupun kami jurusan kesehatan, tidak ada salahnya untuk menjadi pengusaha atau menjadi anggota dewan,"
 
Artinya perempuan juga dapat berperan aktif dalam menyokong ekonomi keluarga dengan memaksimalkan potensinya. (Hab)