Singkil - Bertempat di Aula Kecamatan Gunung Meriah, Bursa Inovasi Desa (BID) di Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil digelar pada Jum'at (13/9/2019).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Aceh Singkil, Azwir saat membuka BID mengatakan BID merupakan acara yang memiliki arti sangat penting untuk memotivasi masyarakat khususnya di Kecamatan Gunung Meriah.

Bahwa dalam rangka memacu dan memicu inovasi baru di tingkat desa yang dapat dijadikan program pembangunan baik di desa maupun di kecamatan. Dalam pelaksanaan BID akan disuguhkan beberapa inovasi dari daerah lain di Indonesia.

"Sesuai motto kita dahi, kita tengen, kita usih," kata Azwir.

Artinya kita melihat atau menyaksikan inovasi yang sudah ada, kemudian disesuaikan dengan potensi dan sumber daya alam yang ada. Sehingga mampu menciptakan program pembangunan yang mempunyai inovasi yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Roda perkembangan ekonomi di desa semakin berkembang sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat," lanjutnya.

BID juga menjadi ajang untuk saling tukar pendapat, tukar gagasan dan tukar pengalaman. Setiap kesuksesan di tempat lain merupakan pancingan pembelajaran agar yang lainnya bisa mengikuti kesuksesan tersebut.

Azwir berpesan agar diberdayakan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) karena menurutnya ketika diberdayakan BUMK dengan program inovasi yang sudah disepakati, maka akan melahirkan Pendapatan Asli Desa (PAD) yang berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar.

Pada tahun 2020 mendatang, DPMK Aceh Singkil akan membuat regulasi penyertaan modal bagi BUMK. "Mungkin ada desa yang potensi SDA nya minim, potensi usahanya minim sehingga PAD nya tidak maksimal," tambah Azwir.

Dengan BUMDESAMA (Bumdes bersama) kita akan melakukan penyertaaan modal masing-masing desa yang akan dikelola oleh BUMK tingkat kecamatan.

Camat Gunung Meriah Johan Pahmi Sanip selaku tuan rumah acara BID mengatakan jika 25 desa yang ada di wilayah Kecamatan Gunung Meriah siap untuk terus melakukan inovasi.

Desa-desa di Gunung Meriah yang sebagian besar bermata pencaharian berkebun dan mulai mengembangkan wisata ini diharapkan Johan Pahmi terus melakukan inovasi untuk makin meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya mewujudkan daerah yang maju dan sejahtera.

"Mari kita lihat dan contoh desa-desa yang sudah maju, terapkan di desa kita sehingga desa kita maju," kata Johan Pahmi.

Sementara anggota DPRK Aceh Singkil, Surianto sangat berharap dengan kreatifitas yang dilakukan desa di Kecamatan Gunung Meriah, dapat menjadi contoh bagi desa lain yang ada di Aceh Singkil. "Seperti BUMK Desa Blok VI misalnya yang menjual aneka kerajinan tangan dari warganya,"

Sebelumnya di singgung oleh Kadis DPMK yang mengatakan potensi embung sianjo-anjo sebagai tempat wisata sangat bagus.

Menurut Surianto karena posisinya di Kecamatan Simpang Kanan, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu. "Apabila mereka tidak siap, kita (Gunung Meriah) yang akan kelola," pungkas Surianto. (Hab)