Singkil - Puluhan Mahasiswa baru dari Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Yashafa Aceh Singkil mengikuti Sosialisasi UU Pokok Pers No 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Pelatihan Jurnalistik yang digelar oleh PWI Balai Aceh Singkil berkerjasama dengan Kampus STIP Yashafa di Aula Kampus, Singkil Utara, Rabu (11/9/2019).
 
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari orientasi Mahasiswa baru di kampus STIP Yashafa. Para Mahasiswa dibekali pemahaman tentang dunia jurnalistik oleh pemateri dari PWI Balai Aceh Singkil.
 
Sekretaris PWI Balai Aceh Singkil, Suhardi Jani Padang dalam paparannya sebagai narasumber mengenai UU Pokok Pers menyampaikan perkembangan pers dari masa ke masa. Mulai dari pers pada era orde lama, orde baru hingga era reformasi.
 
"Dulu pers tidak bebas, seperti terbatas dalam penyampaian informasi," ungkapnya.
 
Dimana melalui perjuangan yang begitu pelik, kebebasan pers benar-benar di peroleh. Dibuktikan dengan disahkannya UU Pokok Pers No 40 Tahun 1999 tentang Pers.
 
Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. "Artinya kerja pers dilindungi oleh Undang-undang, jadi jangan takut kalau adik-adik Mahasiswa bergabung didunia pers," ajak Suhardi kepada para Mahasiswa.
 
Pemateri lainnya, Dede Rosadi menyampaikan cara bagaimana menulis berita. "Dalam rumus menulis kalimat itu harus terpenuhi unsur SPOK (subjek, predikat, objek, keterangan)"
 
"Dalam menulis berita itu jangan semena-mena," lanjut Dede. Penulisan berita harus sesuai dengan kaidah jurnalistik. Kaidah tersebut biasa dikenal dengan konsep akurasi, berimbang dan kejelasan.
 
Dede Rosadi yang notabennya merupakan Wartawan Serambi ini benar-benar mengupas tuntas di hadapan para Mahasiswa tentang bagaimana membuat berita mulai dari menentukan judul berita, lead berita hingga pada ending berita.
 
Pantauan Berita Xtra, Mahasiswa begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut. Terbukti dengan keaktifan Mahasiswa dalam menjawab pertanyaan yang dilontarkan pemateri bahkan para Mahasiswa ditugaskan untuk langsung praktek menulis berita oleh pemateri. Hasilnya, tulisannya bikin kekeh seisi ruangan.
 
Sementara usai kegiatan, salah satu peserta, Erni Zebua menyebut manfaat yang didapat dari pelatihan tersebut. "Bagaimana bisa menilai fakta atau opini, pers mengajari kami ternyata di aceh singkil ada tidak hanya di kota saja, dan juga menambah wawasan kami," katanya.
 
Terpisah, Pembantu Ketua III STIP Yashafa, M Dia Urridha berharap akan lahirnya suara kampus terkait isu-isu kampus dan masyarakat di Aceh Singkil.
 
Sementra Ketua PWI Balai Aceh Singkil, Tarmidzi mengatakan sebagai organisasai PWI aceh singkil mempunyai tanggung jawab moral setidaknya membagi pengalaman dengan Mahasiswa.
 
"Kami berharap ada manfaatnya bagi adik-adik Mahasiswa, kami berkeinginan agar Mahasiswa paham mengenai dunia jurnalistik," harap Tarmidzi. (Hab