Singkil - Demo buruh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) kembali terjadi di Kabupaten Aceh Singkil. Ratusan buruh dari PT Delima Makmur menggelar demonstrasi ke kantor DPRK setempat di Jln. Singkil - Rimo Desa Kampung Baru, Singkil Utara, Selasa (10/9/2019).
 
Para buruh meminta perlindungan dewan terkait hak-hak buruh yang dinilai telah dirampas oleh perusahaan.
 
"Kami minta perlindungan wakil rakyat," teriak Koordinator aksi, Bambang Sumantri dalam orasinya.
 
Sedikitnya 8 tuntutan disampaikan buruh diantaranya pengangkatan SKU harian ke permanen, pengangkatan BHL/PHL ke SKU harian, potongan finger print dihapuskan, slip saldo BPJS akhir tahun, premi panen dari 896 menjadi 1300 /janjang dan pekerja BHL gaji harus sesuai dengan UMP Aceh sebesar 2.916.810.
 
"Jam lembur pekerja wajib dibayar dan setiap pekerja yang bekerja dihari libur wajib dibayar x2," sebut Bambang yang juga sebagai Ketua PUK Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)
 
Aksi para buruh disambut oleh anggota dewan.
 
Ketua Sementara DPRK Aceh Singkil, Hasanuddin Aritonang mengungkapkan meski sudah menjadi wakil rakyat, anggota dewan belum dapat berbuat banyak untuk saat ini. Pasalnya, sampai saat ini DPRK Aceh Singkil belum terbentuk alat kelengkapan dewan (AKD).
 
Menurutnya ketika sudah terbentuk AKD, nantinya dewan akan memanggil pihak perusahaan untuk melakukan RDP (rapat dengar pendapat).
 
"Akan rapat dengar pendapat bersama pihak perusahaan guna mendengarkan tanggapan dan mengetahui sejauh mana permasalahan ini yang terjadi," sebutnya.
                                                          
Tak lama berselang, para buruh berdiskusi di ruang Banggar bersama sejumlah anggota dewan yang hadir beserta Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Aceh Singkil.
 
Akhirnya Eksekutif bersama Legislatif sepakat akan memanggil pihak PT Delima Makmur untuk melakukan RDP pada pekan depan. (Hab)