Singkil - Ratusan Warga mulai Anak-anak hingga Dewasa dari Dusun 3 Desa Blok VI Baru Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil menggelar pawai obor berkeliling Dusun untuk memperingati tahun baru islam 1441 Hijriah.
 
Pawai obor dilaksanakan tepat pada malam 10 Muharam, Senin (09/9/2019).
 
Imam Masjid setempat, Haji Sarimo mengatakan tanggal 10 Muharam merupakan hari pembebasan dari musibah dimana seperti Nabi Adam yang bertaubat setelah dikeluarkan dari surga, dan diampuni segala dosanya oleh Allah S.W.T.
 
"Selain itu juga ada kejadian di mana kapal Nabi Nuh berlabuh di bukit Zuhdi setelah berlayar saat banjir air bah yang diturunkan Allah S.W.T bagi kaum Nabi Nuh yang durhaka, itu juga pada tanggal 10 Muharam," katanya.
 
"Nabi Yunus keluar dari perut ikan paus, beliau keluar dalam kondisi selamat dari perut ikan paus setelah 40 hari hidup di dalamnya, itu pada 10 Muharam dan masih ada nabi-nabi lain yang mengalami kejadian serupa," tambahnya.
 
Sementara Ketua Pemuda setempat, Ahmad Witasman kembali menegaskan tanggal 10 Muharam merupakan puncak terbebasnya para Nabi dan Rasul dari sejumlah persoalan yang dialami.
 
"Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Nabi Adam dan Rasulullah Muhammad SAW juga mengalami persoalan dan selesainya juga pada 10 Muharam," tambah Wiwit sapaan akrabnya.
 
Ditambahkannya pawai obor yang diringi dzikir dengan dentuman rapa'i juga merupakan "Ruwatan" sebagai sarana bersih Desa ataupun penyucian dari malapetaka.
 
Uniknya disaat pawai obor, disetiap simpang jalan ada Muadzin yang mengumandangkan Adzan yang menurut Wiwit, itu sebagai salah satu sarana untuk mengusir energi negatif yang ada di Desa Blok VI Baru khususnya di Dusun 3.
 
Pawai obor mengambil rute berkeliling Dusun, yang dimulai dari Masjid Darul Ulum, berjalan menuju lapangan mariam sipoli, berputar, kemudian berjalan sampai di simpang pajak harian Desa Lae Butar dan kembali ke titik awal di Masjid Darul Ulum.
 
Pantauan Berita Xtra, pawai obor terlihat mengundang perhatian dari pengendara yang melintas jalan tersebut. Mereka memarkirkan kendaraannya di trotoar jalan sambil mendokumentasikannya.
 
Sebelum pawai obor, warga setelah menunaikan shalat maghrib berjamaah kemudian membaca surah yasin. Kemudian pawai obor dan setelahnya dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan makan bersama atau "Takiran" seluruh warga Dusun 3 dengan anak yatim piatu yang diundang khusus. "Takiran ini sebagai ucapan rasa syukur terhadap Allah SWT," sambungnya
 
Wiwit mengungkapkan kegiatan peringatan tahun baru islam ini, baru dilaksanakan pada tahun ini di Dusun 3. "Ini kita mempelopori kegiatan pawai obor," ungkap Wiwit.
 
Ia berharap kedepan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan setiap tahun di Desa Blok VI Baru terkhusus Dusun 3. (Hab)