Singkil - DPRK Aceh Singkil gelar sidang paripurna istimewa dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo di gedung DPRK, Singkil Utara, Jum'at (16/8/2019).

Sidang dewan dihadiri hanya 11 orang. Minimnya kehadiran anggota dewan yang hadir, menurut Juliadi, Wakil Ketua dewan sekaligus pimpinan sidang mengungkapkan beberapa anggota dewan sedang dinas luar, dan juga tak terlepas dari kesadaran diri masing-masing anggota dewan mengingat ini merupakan momen jelang kemerdekaan Indonesia.

"Mungkin juga karena tidak terpilih kembali, saya walaupun tidak terpilih namun tetap menjalankan tugas saya sebagai wakil ketua DPRK," tambah Juliadi

Sementara dari unsur pimpinan yang hadir hanya wakil ketua I, Juliadi. Sedang, ketua Mulyadi sedang berada di Padang untuk menjenguk anaknya yang sedang sakit.

"Wakil ketua II, Yulihardin tanpa keterangan," sambungnya.

Terkait pidato kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, Juliadi menilai sebagai pejabat harus cepat ,tepat dan selamat. Tidak boleh menghambur-hamburkan anggaran dan yang diperlukan saat ini adalah realisasi kerja.

"Habiskan anggaran yang efektif, jangan asik UU saja diurus sampai tebal-tebal seperti qanun, namun realisasinya tidak ada."

Kemudian ketika ditanya mengenai studi banding ke luar negeri yang tidak perlu dalam pidato Jokowi, Juliadi mengatakan DPRK Aceh Singkil tidak pernah studi banding ke luar negeri, masih di dalam negeri.

"Studi banding tidak perlu jauh-jauh, lebih baik yang dekat saja yang penting dapat ilmunya, kalau DPRK studi banding paling ke Jakarta dan sekitarnya," pungkas Juliadi.

Turut hadir dalam sidang; Bupati, Wabup, Sekda, Dandim 0109/Asing, Kapolres, Kepala Kejari, Ketua PN, Ketua Mahkamah Syariah, Ketua MPU dan Kepala SKPK Aceh Singkil. (Hab)