Singkil - Pertemuan Higiene Sanitasi Pangan (HSP) yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Singkil bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana pengelolaan pangan yang baik, bersih dan sehat kepada petugas sanitarian, puskesmas dan para pelaku usaha serta tempat pengolahan makanan dan Miu agar makanan atau minuman yang dijual dapat terkontol kesehatannya.

"Harapan kami melalui higiene sanitasi ini, agar peserta mengetahui persyaratan sanitasi, tempat pengolahan makanan (TPM) dan mampu menerapkan praktek persyaratan dan teknik pembersihan ruangan di TPM dan Miu ," ucap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Mansyuruddin SKM MKes, Selasa (06/8/2019).

Sehingga, hal-hal yang dikhawatirkan seperti menularkan berbagai macam penyakit melalui makanan terhadap pembeli dapat dihindari. "Termasuk menghindari keracunan makanan, tujuannya adalah untuk menghindari hal-hal seperti ini. Karena ini adalah upaya kita untuk melindungi konsumen," ujarnya.

Dinkes melibatkan sebanyak 93 orang, terdiri dari 12 petugas sanitarian setiap puskesmas dan 81 orang pelaku usaha makanan dan minuman.

Mansyuruddin melanjutkan akan melakukan monitoring terhadap para pelaku usaha nantinya khususnya dikalangan usaha menengah ke bawah. "Target pengusaha menengah ke bawah, dimana tentunya banyak dikonsumsi oleh masyarakat bawah seperti anak sekolah yang rentan penyakit,"

Mansyuruddin menambahkan materi yang diberikan adalah adalah tentang bakteri pencemaran terhadap makanan, penyakit bawaan makanan, prinsip higiene sanitasi makanan serta perizinan usaha.

"Kemudian tentang pencucian dan penyimpanan peralatan pengolahan makanan, pemeliharaan kesehatan lingkungan dan higiene perorangan," pungkasnya. (Hab)