Ratusan warga Aceh Singkil memadati Lapangan Cinendang di Desa Lipat Kajang Atas, Kecamatan Simpang Kanan untuk menyaksikan eksekusi hukuman cambuk terhadap sepasang pria dan wanita terhukum kasus jinayat, Selasa (9/4/2019).

Kedua pelanggar syariat islam bernama Boy Prima Munthe bin Mangalandong (24) warga Lubuk Linggau, Deli Serdang Prov Sumatera Utara yang berstatus lajang dan Dwi Indri Yani binti Anwardi (25) warga Kain Golong, Simpang Kanan, Ibu satu anak yang masih memiliki suami sah.

Masing-masing harus menjalani 100 kali cambuk untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Banyaknya cambukan sempat terhenti beberapa kali kerena terhukum harus diperiksa oleh tim medis.

Boy dan Dwi melanggar pasal 33 ayat 1 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat.

Pantauan berita Xtra, proses jalannya hukuman cambuk dilakukan oleh 2 orang algojo secara bergantian.

Jaksa Penuntut Umum, Lili Suparli SH mengatakan hukum cambuk sengaja dilakukan di Lapangan terbukan di Kecamatan Simpang Kanan atas permintaan masyarakat dengan harapan dapat disaksikan dan menjadikan pelajaran bagi warga agar tidak melanggar syariat islam.

"Ini permintaan dari masyarakat agar jadi pelajaran bagi yang menyaksikan," Katanya.

Ia menambahkan setelah menjalani hukuman, kedua terhukum diperbolehkan pulang kembali ke rumah masing-masing.(Hab)