"Kalau mau membangun Singkil, pendidikan jangan di obok - obok, Lon saran hairakan," Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh, Syaridin S.Pd., M.Pd. saat di konfirmasi berita Xtra ketika pulang dari kunjungannya ke Kepulauan Banyak bersama rombongan Plt. Gubernur Aceh, Kamis (7/3).

Syaridin mengatakan beberapa persoalan pendidikan di Aceh Singkil terus dibenahi. Seperti yang terjadi di SMK Gunung Meriah itu sudah selesai.

"Sebenarnya hal yang ngga ada masalah, dipermasalahkan, saya mohon soal SMK Gunung Meriah jangan di open lagi," tegasnya.

Sementara terkait pengawasan gedung sekolah yang berada di belakang kodim. Syaridin mengatakan itu cerita lama yang diungkit kembali. Dulu sudah ada, kenapa sampai sekarang tidak digunakan.

"Kalau hari ini saya yang baru bertugas sebagai kepala dinas, tidak bisa serta merta memindahkan sekolah misalnya SMA 1 Singkil,"

Pihaknya akan memfokuskan peningkatan Pendidikan di Singkil seperti kondisi SMA 1 Singkil yang sudah tidak layak dan sudah masuk dalam prioritasnya serta sekolah lainnya yang perlu perhatian.

"Apakah akan direlokasi pembangunan baru atau mencari solusi tetap membangun di situ namun terbebas dari banjir, serta bangunanya sudah usang karena memang sekolah tertua, sementara bangunan gedung di SMA Haloban itu yang terbagus" Lanjut Syahridin.

Syaridin mengatakan upaya untuk meningkatkan Pendidikan Aceh Singkil yang pertama meningkatkan kompetensi gurunya dan yang kedua menempatkan orang. "Kalau ada putra daerah yang peduli itu diutamakan, kalau tidak ada baru masukkan orang luar," Harapnya.

"Lihat nanti sesuatu yang terjadi yang saya lakukan, jangan tanya sekarang apa itu," Pungkasnya dengan optimis.(Hab).