Singkil - Pelaksanaan hukuman cambuk yang dilakukan Dinas Syari'at Islam dan Kejaksaan Negeri terhadap terdakwa pelanggar Syariat Islam di wilayah hukum Aceh sering mendapatkan sorotan dari berbagai pihak.

Terbaru, mengenai busana yang digunakan oleh terhukum yang sering mengenakan pakaian identik seperti pakaian Ustadz yakni menggunakan jubah dan peci.

"Hukuman cambuk bagi terdakwa yang menggunakan jubah dan peci dapat berdampak negatif kepada Ustadz atau guru agama,"Kata Ustadz M.Yazid Guru Agama/Salah satu DA'I perbatasan Aceh yang bertugas di Aceh Singkil, Sabtu (26/1/2019)

Menurutnya praktek pelaksanaan hukuman cambuk yang kerap di beri kostum ala ustadz itu membuat anak-anak takut bercita-cita menjadi seorang Ustadz dan Ustadzah.

"Mereka mengira yang dicambuk itu adalah Ustadz atau Ustadzah,"Lanjutnya

Seyogyanya busana terhukum itu jangan menggunakan pakaian seperti Ustadz namun cukup di sesuaikan dengan apa yang di lakukannya.

Ironisnya ada larangan bahwa pelaksana hukuman cambuk di Aceh tidak di perbolehkan di tonton anak-anak, namun faktanya ada saja anak-anak yang menyaksikan.

"Saya bangga terhadap penegakan Syari'at Islam di Aceh dan di harapkan kiranya penegakan syari'at islam ini dilaksanakan secara kaffah, sehingga semua sisi kehidupan selalu bernafaskan Islam"Pungkasnya.

Dia berharap kepada Dinas Syariat Islam Aceh dan pejabat yang berwewenang bisa mempertimbangkan permintaannya itu sehingga tidak terkesan negatif kepada Ustadz atau Guru Agama Islam.(Hab)