Singkil - Pembangunan peningkatan jalan sejauh kurang lebih 4 KM yang menghubungkan Ibu kota Kabupaten Aceh Singkil menuju dua desa yakni Desa Teluk Rumbia dan Rantau Gedang urung tuntas. Pembangunan tersebut menggunakan anggaran tahun 2018 yang nilainya mencapai 20 Milyar lebih.

Anggaran proyek tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nomor kontrak: 602.1/05/BM/DAK Penugasan/VIII/2018. Tanggal kontrak 09 Juli 2018. Pelaksanaan: PT. Peduli Bangsa. Nilai kontrak Rp 20.249.311,000.-

"Kami sangat kecewa sebab jalan itu merupakan akses darat satu-satunya, kalau sudah musim penghujan selalu banjir, pembangunan tak kunjung tuntas dikerjakan, padahal sudah dipagukan anggarannya," ujar Zulkarnaen, perwakilan warga Teluk rumbia, Selasa (8/1/2019) di Singkil.

Perusahaan pemenang tender atas nama PT Peduli Bangsa dinilai tak mampu, sehingga pemerintah daerah terkesan tak bijak menentukan mana perusahaan bonafit dan mana yang berkualitas dan bermodal.

Buntut dari kekecewaan, Zulkarnaen bersama sejumlah rekannya mewakili Desa Teluk rumbia dan Ranto gedang melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas PUPR Ir Muzni untuk mempertanyakan pembangunan peningkatan jalan Singkil - Teluk Rumbia.

"Dalam pertemuan, Kepala Dinas PUPR di dampingi Sekertarisnya Erwin menjelaskan, sulitnya proses lelang pengerjaan kontrak yang peraturannya berobah - robah,"ungkap Zulkarnaen.

Menurut Zulkarnaen, Seharusnya jawaban Kepala Dinas PUPR lugas saja, jangan malah mengeluh, dirinya menilai jawaban Kepala Dinas PUPR tak singkron dan dinilai tak puas diterima akal sehat, dan bertekat dirinya akan mengumpul massa dan melakukan aksi Demo, bila tak ada kejelasan pasti dalam waktu dekat ini.

Sementara Ir Muzni, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Aceh Singkil terkait proyek peningkatan jalan itu tak tuntas kepada wartawan, mengatakan proses pengerjaan baru berjalan dipertengahan tahun sekitar bulan awal bulan Juli 2018.

"Proses pelelangan baru berjalan dibulan lima, dan pengerjaan kontrak baru bisa di bulan juli 2018 karena ada proses - proses yang dilalui, kami sudah berusaha sekuat tenaga, dan adanya human eror dan bukan unsur disengaja,"ujarnya.

Muzni akui sangat banyak kelemahan - kelemahan dipihak PUPR dan Konsultan pelaksana sehingga pembangunan proyek peningkatan jalan Singkil - Teluk Rumbia hanya terealisasi 40 persen.

Menjawab pertanyaan wartawan telah matinya kontrak pembangunan peningkatan jalan Singkil - Teluk Rumbia, oleh pemenang Tender PT Peduli Bangsa 20 Desember 2018 lalu proyek dihentikan sementara dan akan dilelang kembali, ditahun anggaran 2019.

Dan upaya selanjutnya terkait desakan Masyarakat Dua Desa, tak tuntasnya pengerjaan jalan itu, pihak PUPR berjanji akan melakukan pendekatan persuasif atau melakukan pertemuan forum di tingkat Kabupaten, agar terjalin kesepakatan.(Hab)