Singkil - Belasan supir truk pengangkut sembako yang hendak bertolak ke Simeulue mengancam mogok dan memboikot tidak lagi berangkat melalui jalur penyeberangan Pelabuhan Singkil. Para sopir truk tersebut memarkirkan kendaraannya di depan kantor Bupati Aceh Singkil, pada Senin (7/1/2019)

Hardius, salah seorang supir truk mengaku geram karena tidak adanya pemberitahuan terlebih dulu, bahwa hari ini truk akan dibatasi. Sehingga pihaknya merasa dipermainkan dengan berbagai alasan ASDP yang menyebut masih dalam suasana mudik.

“Sebelumnya belum ada pemberitahuan dari pihak kapal, kalaupun masih suasana mudik, ini sudah tanggal berapa kami sudah seminggu menunggu di pelabuhan,” katanya

Para sopir mengancam tidak akan lagi menggunakan jasa penyeberangan Singkil dan beralih ke rute labuhan haji - sinabang akibat mereka sudah sepekan menunggu tak kunjung diberangkatkan.

“Terjadi sudah sering bahkan berulang kali, meski bukan pada masa mudik,kami sering terhambat berangkat, harusnya berdasarkan nomor antrian ini malah lebih memprioritaskan mobil pribadi,” tambahnya

Sebelumnya sempat ada kesepakatan antara supir dan pihak Dinas Perhubungan setempat, untuk keberangkatan jatah truk 14 unit dan mobil pribadi 12 unit. Meski tidak perjanjian tertulis, namun malah diabaikan.

Truk-truk tersebut membawa bahan sembako yang menjadi kebutuhan utama masyarakat di wilayah tersebut. Belum lagi telur yang sudah tertahan dan bakal busuk. “Kami bisa rugi ratusan juta bila terus bertahan di sini, biaya makan kami Rp160 ribu perhari,” ucap mereka.

Sementara Manager Operasional ASDP Aceh Singkil, Syahrul mengatakan saat ini waktu terakhir arus mudik natal dan tahun baru. Sehingga, pihaknya memprioritaskan untuk penumpang yang memiliki kendraan pribadi agar bisa menyebrang ke Simeulue.

“Saat sekarang ini masih suasana mudik. Kita harus menyikapi persoalan ini secara penuh, makanya untuk kendaraan truk kita batasi sementara,” kata Syahrul

Pihaknya tak menampik sampai saat ini pengguna jasa penyebrangan Singkil – Simeulue masih cukup padat. Sehingga apabila hanya 10 truk untuk bisa diberangkatkan itu sudah cukup.

Terkait soal sosialisasi sebelumnya bahwa hingga hari ini truk masih dibatasi, Syahrul menyebutkan itu merupakan ranah Dinas Perhubungan. “Mungkin bisa ditanyakan pada Dishub soal pemberitahuan itu,” katanya.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun hingga Selasa (8/1/2019) belasan truk tersebut sudah berangkat menuju Kab. Aceh Selatan, dan akan menyeberang melalui Pelabuhan Labuhan Haji.(Hab)