Peringatan HUT PGRI ke-73 dan Hari Guru Nasional di Kabupaten Aceh Singkil pada Senin (26/11/2018) di Lapangan Mariam Sipoli dihadiri oleh berbagai insan pendidik.

Ketua PGRI Aceh Singkil, M Najur pada momentum ini meminta kepada guru di Aceh Singkil untuk terus berbenah dan introspeksi diri terkait apa yang sudah dilakukan supaya ke depan bisa lebih baik lagi.

Menyikapi Persoalan guru di Aceh Singkil yang kompleks membuat PGRI akan terus komitmen untuk mengadvokasi, menjembatani guru dengan pemerintah.

"Guru honorer dengan gaji saat ini hanya 300 ribu, untuk ditahun depan meminta dinaikan menjadi 500 ribu,"ungkap Najur.

Sementara pihaknya kecewa namun memaklumi atas ketidakhadiran pimpinan daerah, Bupati dan Wakil yang saat ini berada di Jakarta dan Aceh Timur.

"Kami kecewa, namun tetap kami maklumi ketidakhadiran bupati dan wakil, mungkin saja ada sesuatu hal yang lebih penting dan digantikan oleh sekda,"lanjutnya.

Perwakilan PGRI dari Prov. Aceh, Cut Nurbaiti mengatakan PGRI Aceh Singkil mendapat predikat 5 besar organisasi PGRI terbaik di seluruh Indonesia.

"dari 5 besar itu, Aceh Singkil mendapat peringkat 1 di tingkat Provinsi Aceh,"ungkap Nurbaiti

PGRI Aceh Singkil selalu aktif mengakomodir berbagai persoalan guru dan penyelesaian nya. PGRI mampu bermitra dengan baik dengan pemerintah.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Aceh Singkil, Yusfit Helmi mengatakan tahun depan guru honorer diusulkan akan mendapat honor sebesar 600 ribu rupiah perbulan nya.

"Kalau tadi ketua PGRI mengatakan 500, saya sampaikan 600,"tegas Yusfit.(Hab)