Singkil - Sudah hampir sebulan lamanya, empat jenis sampel hasil limbah PT Socfindo Kebun Lae Butar Kabupaten Aceh Singkil yang diperiksa di laboratorium di medan hingga kini hasil uji lab tersebut belum diterima Dinas Lingkungan Hidup Aceh Singkil.

Nazri, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup kepada berita Xtra, Senin (29/10/2018) di kantornya mengatakan pihaknya masih menunggu hasil uji Laboratorium limbah PT Socfindo yang kolam penampungan limbahnya jebol beberapa waktu yang lalu.

"Sesuai surat dari pihak laboratorium sebelumnya, harusnya pada 29 Oktober 2018 hasilnya sudah diketahui namun pihak laboratorium belum memberikan hasil ujinya,"ungkapnya Nazri mengaku tidak mengetahui apa penyebab belum dikeluarkannya hasil uji lab sampel limbah PT Socfindo.

"Kita akan surati pihak laboratorium untuk menanyakan perihal belum dikeluarkan nya hasil uji lab, sementara dari Polda Aceh juga meminta hasil lab itu, namun sampai sore belum juga diterima oleh pihaknya,"Lanjut Nazri.

Sesuai prosedur seharusnya hasil lab sudah diketahui setelah 14 hari pengambilan sampel limbah, namun ini sudah hampir sebulan.

Sementara sampel air limbah itu dikirim ke Laboratorium sejak 3 Oktober 2018 yang lalu untuk di uji.

Sebelumnya, kolam penampung limbah perusahaan yang dikontrakkan di lahan masyarakat Desa Rimo Kecamatan Gunung Meriah, mengalami longsor dan jebol pada tanggul dampak guyuran hujan lebat.

Akibatnya limbah pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) perusahaan PT Socfindo tersebut diduga mencemari Sungai Lae Cinendang.

Akibatnya Masyarakat yang berada di bantaran sungai takut memanfaatkan sungai tersebut yang selama ini sebagai penghidupan mereka disana.