Unicef Dampingi Dinkes Aceh Singkil Imunisasi MR

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Badan Internasional PBB yang menangani bantuan kemanusiaan dan perkembangan kesejahteraan untuk anak-anak dan ibunya (UNICEF) dampingi Dinas Kesehatan Aceh Singkil melaksanakan imunisasi campak dan Measles Rubela (MR) yang di perpanjang hingga 31 Oktober 2018.

Rizki Ika Safitri, Communication For Development Specialized Unicef Indonesia kepada Berita Xtra, Kamis (11/10/2018) melalui sambungan telfon mengatakan, dari 28 Provinsi dalam pelaksanaan tahap dua kampanye imunisasi MR ini, Aceh merupakan Provinsi dengan capaian terendah cakupan vaksin MR dimana tidak sampai 10 % dari target 95%.

"Ini merupakan tantangan serius, karena sasaran di Aceh cukup besar jumlahnya yakni lebih dari 2 juta yg tersebar di semua kabupaten di Aceh, dan ini perlu perhatian khusus dari Unicef untuk memenuhi tercapainya target cakupan imunisasi 95%,"lanjutnya.

Unicef sebagai badan PBB sangat konsen dengan pemenuhan hak anak. Imunisasi ini adalah salah satu hak dasar anak untuk hidup dan tumbuh kembang. Banyak anak sakit dan bahkan meninggal dunia akibat terserang berbagai penyakit yang berbahaya termasuk campak dan rubella.

Kemudian, sambung Kiki sapaan akrabnya, dengan tercapainya target cakupan 95 % nantinya akan terbentuk Hard Immunity atau kekebalan kelompok artinya meskipun anak-anak yang diimunisasi dari usia 9 bulan sampai dibawah 15 tahun akan mampu melindungi orang dewasa dan ibu hamil di sekitarnya.

Kabupaten Aceh Singkil adalah satu-satunya dari 23 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh yang telah berhasil mencapai 30% cakupan pelaksanaan imunisasi MR dari 95% target yang ditetapkan.

Unicef sangat mengapresiasi peran Dinas Kesehatan Aceh Singkil yang cukup baik. Unicef juga membantu melakukan advokasi terhadap Bupati, Wakil Bupati dan Dinas Pendidikan serta sekolah-sekolah di Kabupaten setempat.

"Isunya banyak sekolah-sekolah yang masih belum mau memfasilitasi pelaksanaan imunisasi MR padahal itu merupakan program nasional, kemudian ada miss komunikasi antara pihak sekolah dengan orang tua siswa dan informasi hoaks yang beredar terkait kehalalan vaksin MR ,"ungkap Kiki

Dinas pendidikan Aceh Singkil merespon dengan akan mengeluarkan surat edaran kepada sekolah-sekolah untuk segera memulai pelaksanaan imunisasi MR. Sehingga harapannya Kabupaten Aceh Singkil bisa segera mencapai target cakupan 95% dan juga dapat memotivasi kebupaten lain untuk melakukan hal serupa.

Terkait dengan informasi mengenai kehalalan vaksin, MUI sudah mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa vaksin campak dan MR itu hukumnya mubah.

Kiki berharap dengan kerjasama lintas sektor di jajaran pemkab Aceh Singkil, akan mampu mensukseskan pelaksanaan kampanye imunisasi MR.

Selama di Aceh Singkil, Unicef melakukan kunjungan di beberapa puskesmas diantaranya di desa bukit harapan, desa Kuta tinggi dan beberapa sekolah.

Live Streaming

Video