Memasuki pada tahun yang ke empat pada tahun ini, dimulai dari tahun 2015 yang lalu. dan akan berakhir nanti pada tahun 2019 mendatang. Terkait mengenai pencegahan penyakit fialiriasis/penyakit kaki gajah, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui Dinas Kesehatan setempat melakukan sosialisasi dan advokasi POPM filariasis tahun 2018 dengan cakupan minum obat rendah.

Asisten III Kabupaten Aceh Singkil Yusfa Hanum saat membacakan sambutannya Bupati Aceh Singkil menjelaskan, bahwa berhasilnya suatu pembangunan sangat ditentukan oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan sehat.

“Kemudian untuk menghasilkan sumber daya manusia yang dimaksud, salah satunya melalui pembangunan sektor kesehatan. Dimana masyarakat ini nantinya harus dipastikan bebas dari berbagai penyakit, termasuk penyakit malaria,” kata Yusfa, Kamis (13/9/2018).

Kemudian pembangunan kesehatan tidak mungkin berhasil tanpa dukungan, dan peran serta keperdulian masyarakat.

“Oleh karena itu, deseminasi, sosialisasi dan advokasi tentang eliminasi filariasis ini dilakukan untuk menghasilkan komitmen bersama. Demi keselarasan pembangunan di Daerah, sebagai kerangka awal untuk menjalin kerjasama lintas sektor, dan lintas program. Serta dapat menjalin mitra kerja dalam mewujudkan derajat kesehatan yang optimal dimasyarakat,” tambahnya.

Selanjutnya kegiatan Sosialisasi dan advokasi POPM filariasis tahun 2018 ini, dilaksanakan di Aula Hotel Anak Laut Desa Gosong Telaga Barat, Singkil Utara Aceh Singkil. Dengan menghadirkan Pemateri langsung dari tim fasilitator Dinas Kesehatan Provinsi Aceh.

Selain dari pada itu juga Turut hadir dalam acara sosialisasi dan advokasi POPM fialiriasi tahun 2018, di Kabupaten Aceh Singkil.

Pasi Intel Kodim 0109/Singkil Kapten Inf Bambang S, Paur Bin Ops Polres Aceh Singkil Iptu Herizal, Ketua MPU Ust Adlimsyah BA, Para Camat Se- Kabupaten Aceh Singkil, Dokter dan Kepala UPTD Puskesma, serta petugas filariasis Se-Kabupaten Aceh Singkil