Sejumlah ratusan juta anggaran publikasi Setwan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil, dipertanyakan realisasinya.

Pasalnya, dari informasi data yang diperoleh pekerja media melalui APBK murni Aceh Singkil Tahun Anggaran 2017, Sekretariat DPRK setempat telah mengalokasikan anggaran kegiatan untuk Penyebarluasan Informasi Pembangunan sebesar Rp 380 juta.

Selanjutnya dalam APBK-Perubahan, besaran anggaran tersebut naik menjadi Rp 400 juta, atau bertambah sebesar Rp 20 juta.

Dengan data yang diperoleh para kuli tinta yang tergabung dalam Forum Pekerja Media (FPM) Aceh Singkil, Rabu, 12/9/2018, mendatangi dan menemui PLH Sekretaris DPRK Aceh Singkil, Muzakir, mempertanyakan hal tersebut.

Namun sayang, saat dikonfirmasi Plh. Sekwan Aceh Singkil, tidak bisa menjelaskan secara rinci realisasi penggunaan anggaran itu.

Namun sayang, saat dikonfirmasi Plh. Sekwan Aceh Singkil, tidak bisa menjelaskan secara rinci realisasi penggunaan anggaran itu.

Muzakir berdalih, untuk realisasi ratusan juta anggaran publikasi itu, lebih baik dan berwenang memberikan penjelasan secara rinci adalah Sekretaris DPRK.

Ditambah lagi, pejabat yang menagani kegiatan itu, seperti Kabag Umum dan PPTKnya saat ini sedang dinas keluar daerah mendampingi Anggota DPRK setempat melakukan kunjungan kerja, ungkap Muzakir.

“Besok atau lusa saya coba meminta penjelasan dari mereka (Kabag Umum dan PPTK-Red), setelah itu akan saya beritahu kepada Ketua FPM,” jelasnya.

Muzakir menjelaskan bahwa dari besaran anggaran kegiatan Penyebarluasan Informasi Pembangunan pada APBK-P tahun 2017, sebesar 400 juta, tidak seluruh terserap habis. "Untuk anggaran itu hanya terserap dan terealisasi sebesar 293.402.500. Sedangkan sisanya menjadi Silpa", jelas Muzakir.

Sayangnya, meski anggaran untuk publikasi tersebut cukup besar, namun ketika ada kegiatan DPRK Aceh Singkil, pihak Sekretariat dewan selalu mengeluh kepada wartawan jika sudah menyangkut dengan biaya peliputan.

Sementara para Pengurus FPM yang hadir dalam menemui Plh.Setwan Aceh Singkil