CS MOGOK, TENAGA MEDIS RSUD ACEH SINGKIL TOLAK RAWAT PASIEN (2)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Singkil, Sudah  Empat hari ini Tenaga Medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil menolak  Pasien rawat Inap yang datang ke rumah sakit  tersebut, Pasien yang datang kerumah sakitpun hanya ditangani di Unit Gawat Darurat (IGD) lalu dirujuk kerumah sakit lain di luar Aceh Singkil.

Hal ini terjadi lantaran sejak tenaga Cleaning Service (CS) Mogok Kerja pada Jum'at 11/07 Kondisi ruang perawatan, ruang kebidanan, ruang OK dan sejumlah ruangan lainya dipenuhi kotoran/libah medis. Kondisi Ruangan yang tidak seteril tersebut membuat para petugas medis memutuskan menolak merwat pasien, lantaran jika dipaksakan dirwat justru akan membahayakan kesehatan Pasien.

Salah seorang Petugas Medis yang nggan disebutkan jati dirinya kepada  xtrafm Senin 14/7 mengungkapkan Pasien yang datang rumah sakit hanya akan ditangani di IGD, setelah itu disarankan berobat ke rumah sakit lainya, jika pasien mita dirujuk maka pasien akan dirujuk ke RSUD Subulussalam atau Kerumah sakit di Medan Sumatra Utara, hal itu kami lakukan dimi kebaikan pasien, sebab kondisi rumah sakit yang koto oleh limbah medis akan sangat membahayakan pasien.

" pasien yang datang paling cuma diterima di IGD, habis diperiksa disarankan pindah rumah sakit atau dirujuk, yang masih ada diruang perawatan adalah pasien yang masuk sebelum CS mogok kerja, itupun yang sudah bisa pulang langsung kami minta segera pulang", sepintas apa yang kami lakukan seperti tidak manusiawi, tpi kami terpasa melakukan ini demi kesehatan pasien" terang Sumber.

Direktur RSUD Aceh Singkil melalui Kepala Bagian Tata Usaha (TU) Sukma Devi yang di Konfirmasi mengakui jika sejak jumat lalu pihaknya tidak menerima pasien Rawat Inap hal ini terpaksa dilakukan lantaran Kondisi RSUD yang kotor akibat CS yang Mogok Kerja. Ia mengaku pihaknya sudah coba mengupayakan agar dapat menerima pasien rawat Inap, namun tenaga medis menolak lantaran kondisi ruangan yang sudah sangat tidak Sehat. Penolakan itu bukan artinya tenaga medis yang tidak mau menangani pasien, namun demi keselamatan pasien itu sendiri.

Sukma mengatakan CS sendiri sudah beberapa kali mogok kerja lantaran hak mereka belum di bayar oleh Rekanan yang menyediakan tenaga CS yakni CV. Bina Putra Mandiri, namun diakuinya hal ini bukan sepenuhnya kesalahan Bina Putra Mandiri  sebab  pihaknya baru mencairkan dana 30% kepada Pihak ketiga sehingga pihak ketiga kesulitan membayar gaji pegawainya, namun hal ini terjadi lantaran kontrak kerja dengan CV. Bina Putra mandiri dimulai sejak Agustus 2013 dan berakhir pada Agustus 2014, sehinga terjadi kesalahan saat mengajukan anggaran tahun 2014, harusnya anggaran yang ditarik di tahun 2014 adalah anggaran sisa dari parikan 30% pada tahun 2013, lantaran kesalahan pengajuan anggaran ditahun 2014 tersebut maka harus ada perubahan Nomenklatur terhadap pos anggarn tersebut baru dpat dicairkan.

" harusnya urusan Cs Bukan Urusan Rumah Sakit, karena ada pihak ketiga yang menyediakan jasa mereka, namun kami sudah memanggil mereka mereka mengaku sudah tidak sanggup membayar hak pekerjanya" terang sukma.

Sukma berjanji pihaknya akan segera menyelesaikan pesoalalan ini secepatnya, ia mengaku proses penarikan dana tersebut saat ini sedang dilakukan dan pihaknya sudah melaporkan hal ini kepada sekretaris daerah untuk di carikan solusinya.(putra)

 

 

 

Live Streaming

Video