Unjuk Rasa, Ini Tuntutan Aliansi Tani Bergerak Kepada Perintah.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
Aceh Singkil, Aliansi Tani Bergerak yang berunjuk rasa di halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil, Rabu (1/11) menuntut Pemerintah Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten dan Kepolisian Aceh Singkil menindak PT Delima Makmur.
 
Aliansi Tani Bergerak menuding PT. Delima Makmur telah melakukan Kejahatan Koorporasi. Atas kejahatan tersebut Pemerintah Daerah Aceh Singkil diminta untuk menerbitkan rekomendasi pencabutan seluruh izin HGU yang dimiliki oleh PT.Delima Makmur tanpa toleransi.
 
"kajian tim pansus pada poin 2.5, bahwa perusahaan PT. Delima Makmur diduga mengekploitasi dan penguasaan lahan tanpa izin seluas 2.576 Ha diluar Hak Guna Usaha sejak tahun 1998, sehingga menyebabkan kerugian terhadap negara, oleh karena itu negara diwakili pemerintah daerah aceh singkil agar segera melakukan tuntutan hukum terhadap PT.Delima baik secara perdata maupun pidana" kata Safarudin Tanjung Koordinator Aksi Tani Bergerak.
 
Tuntutan lain yang disampaikan dalam pernyataan sikap massa, mereka mendesak pemerintah daerah Aceh Singkil mencabut keputusan Kadis Lingkungan Hidup Nomor : 660/331/DPLH/IL/2017 tanggal 15 Juni 2017 tentang DPLH PT.Delima Makmur.
 
Massa juga Meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil agar memerintahkan secara tertulis kepada PT. Delima Makmur untuk tidak melakukan aktivitas diatas lahan 2581 Ha dan tidak mengoprasikan pabrik kelapa sawitnya karena berdasarkan Putusan Bupati Aceh Singkil Nomor : 09 tahun 2017 dinyatakan ketidak layakan lingkungan.
 
"penerbitan DPLH yang cacat hukum dan menyalahi aturan untuk dilakukan proses secara hukum" tuntut massa.
 
Tak hanya itu, mereka juga meminta tanah kelompok tani yang telah diambil dan dijanjikan oleh PT.Delima Makmur akan dibangun dengan pola Kredit Koperasi Primer Untuk Anggota (KKPA) agar segera dikembalikan kepada masing-masing kelompok tani yang tergabung dalam aliansi tani bergerak.
 
Pemerintah juga diminta mengungkap siapa penerima lahan seluas 600 Ha yang telah dilepaskan oleh PT. Delima Makmur kepada kelompok masyarakat melalui pemerintah kabupaten Aceh Singkil tahun 2012.
 
"siapa yang menerima, siapa yang mengelola dan kemana hasilnya ?, jika terjadi sebuah konspirasi jahat agar dilakukan tuntutan hukum kepada pihak-pihak yang melakukanya serta oknum yang terlibat didalamnya" tuntut massa.
 

Facebook

Video