Aceh Singkil For Rohingnya Kecam Kebrutalan Terhadap Etnik Rohingnya.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Aceh Singkil, Dibawah guyuran hujan yang melanda wilayah Rimo Kecamatan Gunung Meriah, Minggu (9/1 puluhan remaja yang tergabung dalam aksi solidaritas Aceh Singkil For Rohingya menggelar aksi dan penggalangan dana bagi warga muslim rohingya di Myanmar.

Puluhan massa yang didominasi pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu melakukan long march dari lapangan mariam sipolli menunuju bundaran simpang empat Rimo sampai ke pasar Mingguan.

Dalam orasi di bundaran simpang empat Rimo, mereka mengecam tindakan brutal Tentara Myanmar dan para perwira agama Budha yang terlibat dalam pembantaian terhadap etnis rohingya di negara bagian Rakitne, Myanmar. Kekejaman itu telah merenggut korban nyawa dan gelombang pengungsian.

"Kami mengecam keras atas kebrutalan dan pembantaian etnis Rohingya yang sampai hari ini masih terus berlanjut, dunia melakukan negosiasi namun masalah tak kunjung selesai, mereka manusia tapi diperlakukan seperti binatang anak-anak tak berdosa dibunuh, wanita diperkosa dan dibantai, rumah mereka dibakar, stop semua itu " Seru Sahab Khadafi dalam orasinya.

Mereka menuntut Indonesia, negara negara lainya dunia terlebih PBB untuk segera mengambil tindakan nyata menghentikan kekejaman yang mereka sebut telah mengarah pada Genosida atau pemusnahan etnik Rohingya dari Myanmar.

"Bubarkan saja PBB, etnik Rohingya tidak mendapatkan manfaat dari organisasi yang sejatinya bertujuan untuk menjaga perdamaian dunia dan menjaga hak asasi manusia itu. Bencana kemanusian yang dialami Rohingya adalah kelalian mereka, PBB adalah omong kosong, karena membiarkan hak asasi manusia Rohingya diabaikan, dibiarkan tanpa perlindungan yang nyata" ungkap Wajir Antoro, koordinator aksi.

Lebih lanjut massa mendesak agar muslim Rohingya diakui eksistensinya oleh Myanmar karena mereka adalah bagian dari masyarakat negara itu, menuntut Myanmar memberikan hak kewarganegaraan, hak sipil dan politik yang sama pada etnis Rohingya.

"Pemerintah Indonesia dituntut aktif memberikan akomodasi terhadap pengungsi Rohingya yang terdampar di perairan Indonesia, kami juga meminta pemda Aceh Singkil menyediakan Pulau khusus untuk menampung para pengungsi" pungkas Wajir.

Aksi solidaritas Aceh Singkil for Rohingya diakhiri dengan teatrikal yang menggambarkan kekejaman tentara dan perwira Budha terhadap muslim Rohingya serta dilanjutkan dengan penggalangan dana untuk bantuan kemanusiaan yang akan disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh.

 

 

Facebook

Video