Sidak Elpiji 3 Kg, Disperindag Singkil Temukan Sejumlah Masalah.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Aceh Singkil, Sidak yang dilakukan Dinas Perindustrian bersama kepolisian setempat ke sejumlah pangkalan gas elpiji 3 Kg , Selasa (29/8) menemukan sejumlah persoalan yang diduga menjadi penyebab mahal gas elpiji di daerah itu.

Dalam Sidak didapati pangkalan menjual gas diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan, tak hanya itu, sejumlah pangkalan dalam Kecamatan Gunung Meriah yang didatangi kepergok oleh perugas menjual gas elpiji bersubsidinya kepada pengecer dengan jumlah yang besar.

Aksi borong oleh para pengecer yang malah mendapat prioritas pembelian di pangkalan itu menjadi penyebab masyarakat yang datang kepangkalan tidak kebagian elpiji 3 kg, sehingga terpaksa membeli kepada pengecer yang harganya bisa mencapai Rp. 28.000 sampai Rp. 30.000 pertabung.

"Temuannya jelas, pangkalan ini menjual tidak sesuai harga, hetnya Rp 19.000, tapi dijual antara Rp. 20.O00 sampai Rp. 21.000 dan ini mereka jualnya bukan kepada masyarakat, melainkan kepada pengecer dengan jumlah yang lumayan banyak, itu tidak boleh" Kata, Malim Dewa Kepala Dinas Perinduatrian Perdagangan Koperasi dan UKM aceh Singkil.

Dari tiga pangkalan terdaftar terdapat pangkalan yang tidak memasang pamflet nama dan tidak bisa menunjukan bukti sah sebagai pangkalan, alasanya mereka memang tidak pernah menerima salinan surat perjanjian kerjasama dengan pihak agen penyalur.

"Pangkalan tidak memegang surat perjanjian kerjasama dari agen, Pamflet yang wajib dipasang dengan menyertakan harga het juga gak ada, padahal kami sudah menyuratinya" kata Malim Dewa.

"Pangkalan tidak memegang surat perjanjian kerjasama dari agen, Pamflet yang wajib dipasang dengan menyertakan harga het juga gak ada, padahal kami sudah menyuratinya" kata Malim Dewa.

"Harusnya untuk menjadi pangkalan ini ada rekomendasi dari dinas, tapi selama ini pihak agen tidak pernah berkoordinasi, sehingga kami sulit mencari datanya, ada pangkalan dari datanya di desa lae butar, tapi beroperasi di desa rimo, ada yang kami datangi sesuai alamat tapi gak ada pangkalan disitu" Ujar Kenedi.

Ditanya apa langkah yang akan diambil menyikapi temuan-temuan tersebut, Kenedi mengatakan pihaknya berencana akan segera melakukan rapat dengan tim koordinasi dengan memanggil pemilik pangkalan dan Agen penyalur, yakni PT. Rizqi Bersaudara Gas.

Facebook

Video