Jembatan Rusak, Aktivitas Ekonomi Warga Kuta Baharu Terancam Lumpuh

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Aceh Singkil, Akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Singkohor dan Kuta Baharu Kabupaten Aceh Singkil tak lagi dapat dilintasi kendaraan roda empat, hal itu menyusul rusaknya lantai jembatan darurat yang dibangun tahun 2016 lalu.

"Lantai jembatan banyak yang amblas, kayunya patah, mobil bermuatan tidak bisa melintas, mobil kosongpun harus hati-hati kalau tidak akan terperosok" kata Adi Nugraha, seorang pengemudi, Senin (14/8).

Akses jalan tersebut merupakan akses vital bagi warga dua Kecamatan, tak hanya merupakan jalur tranportasi utama warga dua Kecamatan, lebih dari itu aktivitas perekonomian masyarakat juga tertumpu pada akses jalan dan jembatan yang pernah hancur dihantam banjir bandang 2015 silam itu.

"Jembatan alternatif dari Lae Tinanggam yang berada di kawasan PT. Nafasindo juga rusak, jadi gak ada lagi akses lain yang bisa dilalui mobil, hanya roda dua yang dapat melintas" imbuhnya.

Sememtara itu, Anggota DPRK Aceh Singkil, asal Daerah Pemilihan (Dapil) Empat yang meliputi wilayah Kecamatan Singkohor, Kuta Baharu dan Suro, Frida Siska Sihombing mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan, sebab jika tidak segera ditanggulangi akan berakibat pada lumpuhnya akses menuju Kuta Baharu, sehingga perekinomian warga mandeg.

"Saya sudah sampaikan ini kepada pemerintah daerah untuk segera diperbaiki sebelum ada korban, tapi hingga saat ini belum direalisasikan, jangan sampai nunggu masyarakat demo, itu jalur vital bagi masyarakat" ujar Frida Siska.

Live Streaming

Video