Harga Garam Melambung, Usaha Pengasinan Ikan di Singkil Terancam Tutup

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
Aceh Singkil, Naiknya harga Garam mulai dirasakan oleh pelaku usaha pengasinan ikan di Kabupaten Aceh Singkil, mahalnya garam membuat usaha tersebut terancam gulung tikar.
 
Bukan ispan jempol, sejak harga garam melambung hingga tiga kali lipat dari harga normal, biaya produksi mereka mengalami peningkatan drastis, sedangkan harga jual hasil produksinya tidak mengalami kenaikan.
 
"Garam biasanya satu sak ukuran 50 kg harganya cuma Rp. 85 ribu, dua bulan ini jadi Rp. 260 ribu per sak, sementara harga jual teri kami tetap" kata Kasman pelaku usaha pengasinan ikan di Desa Gosong Telaga, Singkil Utara.
 
Kasman mengatakan, guna memproduksi satu ton Ikan teri, mereka membutuhkan 3 sampai 4 sak garam ukuran 50 Kg. Jika biasanya kost untuk garam hanya sebesar Rp. 255 sampai Rp. 340 ribu , sejak garam naik mereka harus mengeluarkan modal untuk garam Rp. 780 ribu hingga Rp.1 juta lebih.
 
"kami sudah pernah sampaikan ke toke untuk menaikan harga pembelian ikan kami, tapi katanya sabar dulu, sekarang perkilo tetap Rp. 25 ribu" Kata Kasman.
 
Para pelaku usaha pengasinan ikan di daerah itu berharap pemerintah segera mengatasi kelangkaan garam sehingga harganya kembali normal.

Facebook

Video