Wabup Singkil Minta KPPB Kembangkan Usaha.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Aceh Singkil. Wakil Bupati Aceh Singkil, Sazali, meminta Pengurus Koperasi Perjuangan Bersama (KPPB) yang mengelola 347,4 Hektar lahan perkebunan kelapa sawit eks sengketa dengan PT. Nadasindo itu dapat mengembangkan usaha untuk mendukung kemajuan daerah.

"Pilih manajemen yang akan mambawa menjadi lebih maju, tujukkan kita sebagai orang Aceh Singkil memilik potensi dan punya kemauan untuk pèruabahan kemajuan daerah, kembangkan usaha koperasi" pinta Wabup saat memberikan arahan dalam kegiatan pelantiakan pengurus sekaligus peresmian kantor KPPB, Rabu (2/8) di Desa Gunung Lagan, Kecamatan Gunung Meriah.

Selain itu, Wakil Bupati Aceh Singkil, Sazali juga meminta pengurus KPPB konsisten dalam menjalankan roda organisasi dengan tidak membawanya kearah politik.

" 2019 adalah tahun politik, saya berpesan koperasi yang lahir lewat perjuangan heroik ini tidak di bawa-bawa keajang politk. Kopnya usaha koperasi bukan politik, kalau pengurusnya terjun kepolitik jangan dibawa koperasinya" Kata Wabup.

Sementara itu Ketua KPPB Zulyadin.SH mengatakan pelantikan pengurus KPPB tersebut sekaligus ingin menyampaikan kepada masyarakat jika persoalan sengketa dengan PT. Nafasindo telah terlselesaikan, lahan yang pernah disengketakan kini sudah dikelola oleh koperasi.

"saat ini anggota koperasi ada 1.203 orang, dalam waktu dekat kami akan membentuk Komisi Komplain, jadi bagi masyatakat yag terlibat aktif dalam perjuangan, mungkin belum terdaftar sebagai anggota bisa datang ke kantor komisi komplain dengan menunjukan bukti-bukti bahwa memang pernah terlibat aktif sehingga bisa masuk menjadi anggota" kata Zulyadin.

Zulyadin menyebut selama enam bulan KPPB berjalan, belum ada kendala yang berarti, bahkan untuk turut serta membangun SDM generasi Aceh Singkil, saat ini pihaknya telah berhasil menjalin kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi dalam hal penerimaan mahasiswa asal Aceh Singkil.

"hari ini kita melepas 12 orang mahasiswa ke STIE Surabaya, alhamdulillah mereka ini mendapat biaya siswa penuh dari Kampus, selain itu kita juga menjalin kmitraan dengan UIN Aranirry Banda Aceh, kita sudah mengirim 50 orang melaui jalur khusus" kata Zulyadin.

Zulyadin berharap sisa lahan eks sengketa seluas 280 hektar yang kini pengelolaannya ditangani oleh pemkab Aceh Singkil dapat diserahkan kembali kepada masyarakat, dirinya mengaku akan segera melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah setempat.

Twitter

Facebook

Video