Peringatan May Day di Singkil Sepi.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Aceh Singkil, Peringatan hari buruh (May Day) di Kabupaten Aceh Singkil Sepi. Dari rencana sekitar 500 buruh yang di kabarkan akan mengikuti kegiatan hanya belasan yang hadir.

Pantauan Xtrafm, Senin (1/5) hingga kegiatan yang dipusatkan di lapangan Mariam Sipolly Rimo, Kecamatan Gunung Meriah tersebut selesai hanya tampak belasan orang yang duduk dilokasi yang telah dipersiapkan panitia, bahkan pawai yang semula direncanakan pun urung terlaksana.

Salah seorang panitia Ramli menyebutkan sepinya kegiatan disebabkan beberapa faktor, salah satunya cuaca yang kurang mendukung, sejak pagi hingga siang hujan terus mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Singkil.

"Ini pembelajaran ke depan agar dalam membuat kegiatan tidak seperti ini lagi, memang ada beberapa faktor termasuk cuaca yang hujan sehingga sepi, tapi ke depan persiapan harus lebih matang lagi" kata Ramli.

Sementara itu, Yakarim Munir salah seorang undangan yang dimintai memberikan sambutan mengaku sangat prihatin acara peringatan may day tesebut sepi, banyak buruh tidak hadir padahal yang diperingati adalah hari buruh yang lahir dari proses perjuangan panjang.

"saya yakin acara ini tidak akan terlaksana kalau tidak ada perencanaan sebelumnya, tapi kita sayangkan buruh sendiri tidak bisa hadir dalam merayakan harinya, dan serikat pekerja yang katanya melindungi dan memperjuangkan hak buruh juga banyak tak hadir, perwakilan perusahaan juga mana?, ini sangat ironi, harusnya semua bisa bersinergi" kata Yakrim Munir menyoroti sepinya acara.

Dalam kesempatan itu Yakarim Munir juga menyayangkan masih lemahnya pengawasan pemerintah, sehingga masih ada perusahaan yang membayar upah karyawannya di bawah ketetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang telah ditetapkan dan masih berlakunya sistem outsourcing.

"Kami menyayangkan masih ada buruh yang dibayar tidak sesuai UPM atau UMR, sistem outsourcing yang merugikan buruh, ini sangat ironi, perusahaan memang telah memberikan kontribusi lewat investasi, tapi keberadaan buruh tidak boleh diabaikan, buruh memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi, sudah sepatutnya buruh mendapatkan hak dan perlindungan" ungkap Yakarim.

Disiai lain, perwakilan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerjaa Kabupaten Aceh Singkil, Soni Vonalda meminta sepinya acara tidak lantas menyurutkan semangat untuk memperjuangkan hak-hak buruh. Ia berharap sinergi antara buruh, pengusaha dan pemerintah dapat terwujud dengan baik.

"pengusaha harus memandang pekerja sebagai tenaga produktif, sementara buruh harus terus mampu meningkatkan skilnya dan pemerintah memberikan perlindungan dengan begitu semua akan berjalan dengan harmonis, kami mengakui selama ini masih banyak kekurangan , tapi kedepan kami berkomitmen untuk menjadi fasilitator dan mediator yang baik" ujarnya.

Soni menyarankan agar tenaga kerja yang belum bergabung dalam wadah serikat untuk segera berserikat, sehingga segala persoalan yang menyangkut hak para buruh dapat disampaikan dan diperjuangkan melalui serikat yang ada.

"dengan berserikat buruh lebih kuat, ada wadah untuk menyampaikan aspirasi, kami sangat mendukung penegakan undang ketenaga kerja" pungkasnya.

Selain minim buruh yang hadir, peringatan May Day di Aceh Singkil juga hanya dihadiri oleh dua perwakilan serikat buruh, yakni SPBAS dan SPA Aceh Singkil, sementara dari pihak perusahaan tak satupun tampak hadir.

Menariknya usai kegiatan justru muncul surat bernomor : 005/IKB-PB/AS/V/2017 tertanggal 1 Mei 2017 perihal pemberitahuan pembatalan/penundaan pelaksanaan perayaan hari buruh yang ditandatangani oleh tiga pengurus serikat buruh dan satu LSM.

Facebook

Video