Aceh Singkil,  Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (ABPK) Aceh Singkil tahun 2016 mengalami penurunan atau devisit sebesar Rp. 23.117.347.542 dari total anggaran yang telah ditetapkan dalam APBK induk.

Penurunan anggaran tersebut sebagaimana disampaikan oleh Bupati Aceh Singkil H.Safriadi,SH dalam pidato pengantar Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P) APBK tahun 2016 dalam sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat setempat, Rabu (19/10).

Safriadi menyebutkan devisit tersebut diakibatkan adanya perubahan target pada pos pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp. 2.401.871.335, sehingga PAD yang semula ditarget sebesar Rp. 52.031.892.245 turun menjadi 49.630.020.910.

"sedangkan pos dana perimbangan mengalami penurunan sebesar Rp. 23.938.670.00, yang semula ditetapkan dalam APBK induk sebesar Rp.722.277.917.001 turun menjadi Rp. 698.339.247.000, hal itu dikarenakan adanya pemotongan DAK fisik sebesar 10 persen" ujar Safriadi.

Pos pendapatan yang mengalami kenaikan adalah dari lain-lain pendapatan daerah yang sah, yakni adanya dana bagi hasil pajak dari provinsi Aceh yang diterima pada tahun berjalan sebesar Rp. 2.385.771.955 sehingga pendapatan yang semula dialokasikan sebesar Rp. 203.185.766.418 naik menjadi Rp. 205.571.538.374,04.

Devisit anggaran tersebut membuat pemerintah daerah mengajukan perubahan pada belanja daerah, yakni belanja tidak langsung dari Rp. 434.005.518.513,79 menjadi Rp. 424.700.513.398.84 atau turun sebesar Rp. 9.305.005.114,95. Belanja Langsung turun sebesar Rp. 13.297.215.122,24 dari semula Rp. 611.416.203.968 menjadi Rp. 598.118.988.845,76.

"sehingga dengan demikian perubahan APBK antara pendapatan dan belanja berimbang, setelah ditutupi dengan pembiayaan netto" pungkas Safriadi.